Skema Lalu Lintas dari Polda Menyambut 8,2 Juta Orang Masuk DIY, Salah Satunya Persiapan Pembukaan Tol Purwomartani
JOGJA - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi sebanyak 8,2 juta orang akan masuk ke wilayah DIY selama periode mudik dan libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, kepolisian menyiapkan berbagai skema pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas hingga kerja sama dengan aplikasi navigasi digital.
Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik serta libur Lebaran di Yogyakarta.
"Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, Provinsi DIY menjadi tujuan masyarakat pada puncak arus mudik yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang. Ini tentu memunculkan potensi kerawanan seperti kemacetan, kriminalitas hingga bencana alam," ujar Anggoro, kepada wartawan usai Rakor Forkopimda Jelang Idulfitri 1447 H, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah simpul transportasi diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat, seperti Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, serta bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Selain itu, kawasan wisata juga diperkirakan menjadi titik keramaian selama masa libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Polda DIY menyiapkan 25 pos pengamanan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Pos tersebut akan didukung berbagai instansi terkait, termasuk dinas kesehatan yang menyiapkan posko pelayanan 24 jam.
"Walaupun libur panjang, dipastikan rumah sakit dan puskesmas tetap siaga 24 jam. Semua unsur dilibatkan, mulai dari TNI, BMKG hingga instansi lainnya," katanya.
Pengamanan ini, lanjut Anggoro, akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Progo 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026.
"Operasi tersebut melibatkan sinergi lintas instansi untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama libur Lebaran," ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi potensi bencana mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga April. Beberapa kejadian longsor yang terjadi di wilayah Gunungkidul juga menjadi perhatian dalam perencanaan pengamanan.
"BMKG juga dilibatkan karena sampai bulan April diprediksi curah hujan masih tinggi. Beberapa kejadian longsor di Gunungkidul menjadi bahan antisipasi dalam pengamanan libur Idul Fitri," ujarnya.
Dalam pengaturan lalu lintas, Polda DIY menyiapkan skema pemanfaatan Tol Purwomartani yang rencananya akan diaktifkan secara situasional untuk arus keluar DIY.
"Penggunaannya nanti direncanakan satu arah untuk keluar dari DIY dan akan diberlakukan setelah melihat perkembangan kedatangan masyarakat," jelas Anggoro.
Disamping itu, Polda DIY juga akan bekerja sama dengan platform navigasi digital seperti Google Maps dan Waze untuk mengatur informasi jalur bagi pengendara. Menurut Anggoro, langkah ini dilakukan agar jalur-jalur kecil yang tidak dijaga petugas tidak direkomendasikan oleh aplikasi navigasi sehingga dapat mencegah penumpukan kendaraan di wilayah tertentu.
"Kami bekerja sama dengan Waze dan Google untuk menyesuaikan jalur yang tidak boleh dilalui. Walaupun di peta ada, jalur tersebut bisa dikunci agar tidak direkomendasikan," katanya.
Anggoro menambahkan, pembaruan informasi jalur akan dilakukan secara dinamis sesuai kondisi di lapangan.
"Dalam perkembangannya bisa berubah setiap hari apabila ada jalur yang berpotensi menimbulkan kerawanan. Karena itu informasi kepada masyarakat menjadi sangat penting," imbuhnya.
Kendati demikian, Polda DIY meminta masyarakat disiplin dalam menggunakan jalur lalu lintas dan mematuhi arahan petugas, termasuk larangan menggunakan bahu jalan.
"Kami harapkan semua pengguna jalan disiplin mengikuti jalur lalu lintas yang ada sehingga perjalanan masyarakat yang masuk maupun keluar DIY bisa berjalan aman dan lancar," pungkas Anggoro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung