Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 09 MARET 2026 • 15:55 WIB

Imbas Efisiensi, Pemda DIY Hanya Sanggup Tambal Sulam Jalan Jelang Lebaran 2026 :"Harap Ada Support dari Pusat"

Imbas Efisiensi, Pemda DIY Hanya Sanggup Tambal Sulam Jalan Jelang Lebaran 2026 : Harap Ada Support dari PusatSekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan perbaikan jalan menjelang arus mudik Lebaran 2026 masih sebatas pemeliharaan rutin. Keterbatasan fiskal membuat pemerintah daerah belum mampu melakukan rehabilitasi atau peningkatan jalan secara menyeluruh.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan kondisi anggaran daerah pada 2025 - 2026 berada dalam situasi terbatas sehingga perbaikan jalan yang dilakukan saat ini hanya berupa tambal sulam pada titik-titik kerusakan.

"Sejauh ini sampai kemarin juga ada kejadian jeglongan (jalan berlubang). Kita cuma bisa patching, dalam artian tambah sulam di situ saja. Belum bisa sampai rehabilitasi atau overlay jalan, apalagi peningkatan jalan," ujarnya, Senin (9/3/2026).

Meski begitu, Pemda tetap berupaya menjaga kondisi jalan agar tetap bisa dilalui masyarakat, terutama menjelang arus mudik dan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran.

"Insya Allah jalan-jalan kita yang ada itu masih bisa memberi kenyamanan kepada pemudik maupun wisatawan yang berkunjung ke DIY ini," kata Ni Made.

Ia juga menyampaikan, meski menjelang Lebaran tahun ini tidak ada proyek perbaikan jalan besar yang dilakukan. Namun pemeliharaan tetap berjalan, terutama pada ruas yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

"Pemeliharaan ada. Jadi kalau masih bisa dilalui ya kita rawat dulu. Tapi kalau ada yang runtuh seperti di wilayah Gedangsari atau di jalur Sermo - Klepu di Kulon Progo, itu mau tidak mau harus kita backup," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan inventarisasi kerusakan untuk menentukan prioritas penanganan, mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia.

"Jadi kita akan melihat dulu, menginventarisasi mana yang harus kita dahulukan. Karena uangnya ini sangat terbatas. Untuk kondisi sekarang kita memang tidak bisa ideal," imbuhnya.

Adapun beberapa ruas jalan yang telah diperbaiki melalui tambal sulam di antaranya kawasan Monumen Jogja Kembali (Monjali) hingga ruas di sekitar Rumah Sakit PKU Muhammadiyah yang menuju arah utara. Selain itu perbaikan juga dilakukan pada segmen Jalan Kaliurang dari Pasar Umbul ke arah utara.

"Yang ditempel itu seperti di Monjali sudah lumayan beberapa ruas. Dari rumah sakit PKU Muhammadiyah ke utara itu juga sudah diperbaiki. Kalau Jalan Kaliurang segmen dari Pasar Umbul ke atas juga sudah," ungkap Ni Made.

Dalam hal ini, ia menargetkan pemeliharaan jalan yang saat ini dilakukan bisa rampung sebelum arus mudik Lebaran dimulai.

"Harusnya paling tidak H-3 sudah rampung. Kadang orang sudah curi start mudik, apalagi sekarang ada kebijakan work from anywhere,” ujarnya.

Baca juga: Sekda DIY : Cabai disini Primadona Sampai ke Luar Daerah, Dorong Tanam di Pekarangan

Untuk jalur wisata sendiri, ia mengaku belum menerima laporan menyeluruh. Namun ia telah meminta organisasi perangkat daerah terkait agar memprioritaskan ruas yang sering dilalui wisatawan.

"Kalau memang berkaitan dengan akses yang sering dilalui wisatawan, mohon untuk segera diprioritaskan supaya tidak terjadi kecelakaan," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda DIY mencatat sekitar 10 persen ruas jalan di wilayah DIY mengalami kerusakan menjelang Lebaran 2026. Kerusakan tersebut dipicu tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Selain faktor cuaca, kerusakan jalan juga dipercepat oleh kendaraan yang melebihi kapasitas muatan. Ni Made menyebut rata-rata kekuatan jalan provinsi hanya dirancang untuk beban maksimal sekitar delapan ton.

"Kalau kendaraan melebihi kapasitas dan lewat terus-menerus, tentu jalan cepat rusak. Apalagi kalau jalur itu menjadi akses distribusi material tambang atau pasir," beber Ni Made.

Baca juga: Sri Sultan HB X Bayar Zakat Lewat BAZNAS DIY, Tegaskan Penyaluran Bukan untuk Program MBG

Oleh karena itu, dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, Pemda DIY berharap ada dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu perbaikan jalan daerah melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah.

"Kami berharap ada support dari pusat untuk membantu perbaikan jalan daerah. Kalau hanya mengandalkan APBD memang sangat berat," pungkas Ni Made.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Imbas Efisiensi, Pemda DIY Hanya Sanggup Tambal Sulam Jalan Jelang Lebaran 2026 :"Harap Ada Support dari Pusat"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!