Kamis, 05 MARET 2026 • 10:20 WIB

Pemda DIY Klaim Stok Pangan untuk Lebaran 2026 Tercukupi, Salab Satunya Beras Bisa untuk 26 Bulan

Author

Pemkab Gunungkidul DIY saat menggencarkan operasi pasar selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 2026. (Istimewa)

JOGJA - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri 2026. Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti, mengatakan volume permintaan bahan pokok masih dalam kondisi stabil.

"Bahan pokok mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri. Volume permintaan masih dalam kondisi stabil dengan peningkatan yang diproyeksikan terjadi pada tahun H-10 dan itu telah kami antisipasi melalui pembuatan stok beserta koordinasi distribusi," ujarnya.

Ia menjelaskan distribusi dari distributor maupun supplier berjalan lancar.

"Distribusi dan distributor maupun supplier berjalan lancar, sistem pasokan bekerja solid bahkan harga cabai yang sempat meningkat kini berangsur menurun dibandingkan satu hingga dua minggu yang lalu," kata Ni Made.

Terkait komoditas cabai, ia juga menyebut bahwa Pemda DIY telah menjalin kerja sama antardaerah guna menjaga stabilitas harga.

"Mudah-mudahan ini menjadi salah satu langkah-langkah bagaimana kemudian distribusi, kestabilan harga yang biasanya pada masa-masa tertentu harga komoditas," ucapnya.

Menurutnya, perbedaan harga antarkabupaten/kota relatif tipis sehingga distribusi semakin merata dan terkendali. Pemda DIY menjalankan langkah strategis 4K dalam TPID, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

"Ketersediaan pasokan dengan harga yang wajar adalah syarat utama bergeraknya roda ekonomi masyarakat. Ketika pasokan aman dan harga stabil, daya beli terjaga, pelaku usaha kecil akuratif, dan aktivitas ekonomi tumbuh dengan sehat," jelas Ni Made.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan. Menurutnya, ini dalam upaya mencapai stabilitas harga dan pasokan.

"Kami mengajak masyarakat untuk belanja mengutamakan kebutuhan. Sehingga mungkin nanti tidak ada yang panic buying. Kemudian belajar memutamakan kebutuhan, belajar bijak dan hemat serta tetap rasional dalam berkonsumsi," tegas Ni Made.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, mengatakan DIY sebagai salah satu tujuan pemudik perlu melakukan berbagai persiapan.

"Kita adalah menjadi salah satu tujuan pemudik sehingga kita perlu mempersiapkan dengan baik ketika akan memasuki hari besar keagamaan nasional utamanya dari kesiapan pasokan pangan, kemudian rekayasa lalu lintas, kemudian dari sektor kebersihan lingkungan sampah ini yang sering menjadi PR kita," ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah isu menjelang Idul Fitri, seperti kenaikan permintaan yang berpotensi memengaruhi harga serta peningkatan pergerakan mudik nasional dan konsumsi BBM di DIY.

Dalam rangka pengendalian inflasi, Pemda DIY telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur DIY Nomor B/500/575/BR3 Tahun 2026 tentang Pengendalian Inflasi Daerah pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026.

"Intinya ada lima hal, pertama menjaga inflasi pada kisaran sasaran yaitu 2,5 plus minus 1 persen dengan komponen volatile food pada kisaran 3-5 persen. Kedua, mengintensifkan pemantauan harga komoditas pangan dan melakukan pengawasan. Ketiga memastikan distribusi rawan kemacetan. Keempat memprioritaskan perjalanan kendaraan pengangkut komoditas pangan. Kelima mengintensifkan serta optimalisasi intervensi pasar kemudian melakukan moral suasion dalam rangka pengelolaan ekspektasi masyarakat," papar Eling.

Eling merinci, berdasarkan hasil pemantauan di lima kabupaten/kota, secara umum harga komoditas relatif stabil. Di Kulon Progo, harga cabai rawit merah turun menjadi Rp70 ribu per kilogram dari sebelumnya sempat menyentuh Rp80 - 100 ribu. Cabai merah keriting juga turun ke Rp30 ribu dari sebelumnya Rp 50 - 60 ribu per kilogram.

Di Gunungkidul, harga cabai rawit turun dari Rp 100 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram dan cabai merah keriting dari Rp 50 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Sementara di Bantul, cabai rawit merah turun dari Rp 90 ribu menjadi Rp 75 ribu per kilogram, dan cabai merah keriting dari Rp 45 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

"Secara umum pasokan tersedia dan dapat mencukupi kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri di DIY. Untuk volume permintaan juga masih stabil, peningkatan permintaan biasanya terjadi di H -10 Idul Fitri. Distribusi pasokan dari distributor atau supplier tercukupi sehingga dipastikan pasokan dalam keadaan aman dan terjamin," ujar Eling.

Baca juga: Stok Pangan Ramadan 2026 di Sleman Aman dan Ajukan Tambahan 114 Lebih LPG, Pemkab Minta Warga Tidak "Panic Buying"

Sementara itu, Anggota DPD RI Dapil DIY, Yashinta Sekarwangi Mega, menambahkan hasil peninjauan gudang Bulog menunjukkan stok beras dalam kondisi surplus.

"Berdasarkan hasil pemantauan kami bersama ke gudang Bulog Purwomartani pada 3 Maret kemarin, saya ingin menegaskan kepada seluruh masyarakat DIY bahwa kondisi ketahanan pangan kita menjelang HBKN 2026 berada dalam posisi yang aman," ujarnya.

Ia mengungkapkan stok beras PSO mencapai 48.115 ton. Jika dikalkulasikan, kata Yashinta, dengan kebutuhan rata-rata bulanan, jumlah ini mampu mencukupi kebutuhan warga DIY hingga 16 bulan ke depan.

"Bahkan saking melimpahnya stok kita, DIY telah mampu melakukan resiprositas pangan nasional dengan mengirimkan sebagian ton beras untuk membantu stabilitas di wilayah lainnya," katanya.

Kemudian, ia menyoroti inflasi pangan DIY per Maret 2026 yang tercatat 4,91 persen, di atas rata-rata nasional.

"Kami mengidentifikasi adanya fenomena dimana produk unggulan seperti cabai merah dari Sleman dan Kulon Progo justru ada yang keluar daerah untuk mengejar harga tinggi sehingga memicu kenaikan harga di pasar lokal kita sendiri," jelasnya.

Baca juga: Tinjau Kesiapan Operasional Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Jogja, Menko Polhukam Kembali Ingatkan Keselamatan Pengguna KA

Oleh karena itu, ia menegaskan komitmen DPD RI untuk terus mengawal stabilitas harga dan pasokan baik di level provinsi maupun kabupaten/kota dan stakeholder terkait lainnya.

"Ini adalah jaminan bahwa masyarakat di Provinsi DIY dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan pasokan melimpah dan tentunya dengan harga yang tetap terjangkau," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU