Rabu, 04 MARET 2026 • 16:10 WIB

DIY diprediksi Lonjakan 4 Juta Wisatawan Saat Lebaran 2026, BPBD Sleman Imbau Standarisasi Alat Keselamatan Kawasan Wisata

Author

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri dan libur panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengimbau para pelaku usaha wisata dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam penyediaan peralatan keselamatan bagi pengunjung.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, mengatakan lonjakan wisatawan diprediksi terjadi selama momen Lebaran, termasuk di wilayah Sleman yang menjadi salah satu destinasi utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kemudian rekomendasi secara khusus karena ini juga sebentar lagi akan hari raya idul fitri kemudian hari libur panjang kemudian di daerah-daerah kita adalah tempat tujuan wisata yang utama," ujarnya, dalam jumpa pers, Selasa (3/3/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data dari Dinas Pariwisata DIY, jumlah pengunjung selama Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 4 juta orang di wilayah DIY.

"Ini kami juga kami perkirakan karena dari Dinas Pariwisata DIY memperlihatkan untuk DIY ini diprediksi ada 4 jutaan nanti untuk pengunjung ketika lebaran. Tentu ini nanti di Sleman ini juga kita prediksi nanti yang besar," kata Haris.

Menurutnya, tingginya potensi kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan kesiapan aspek keselamatan, baik oleh pengelola maupun masyarakat sekitar destinasi wisata.

"Nah oleh sebab itu, kami mohon juga untuk kunjungan wisata ini mohon untuk seluruh pegiat dari pariwisata dan juga masyarakat yang ada di sekitar tempat wisata itu untuk bisa mempersiapkan peralatan keselamatan bagi seluruh pengunjung. Nah ini yang kami juga tekankan," tegasnya.

Peningkatan tersebut utamanya di kawasan lereng Gunung Merapi lantaran yang memiliki banyak operator wisata jeep.

"Misalnya di lereng Merapi itu ada pengelola-pengelola jeep dan sebagainya. Nah peralatan-peralatan untuk keselamatan dan sebagainya kami mohonkan untuk bisa distandarisasi," ujarnya.

Kemudian, BPBD Sleman juga mengingatkan wisatawan agar disiplin mematuhi aturan dan menyiapkan perlengkapan keselamatan pribadi.

"Lalu kepada wisatawan adalah mematuhi petunjuk rambu - rambu dan arahan dari pengelola pariwisata, kemudian juga mempersiapkan untuk peralatan keselamatan diri masing-masing dan keluarga," tegasnya lagi.

Haris juga mengingatkan bahwa periode Lebaran bertepatan dengan musim hujan. Berdasarkan informasi dari BMKG bahwa curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi, bahkan berpotensi hujan deras.

"Lebaran nanti kita prediksi wilayah Sleman itu kan pada mudik, kemudian juga yang menikmati hiburan. Kemudian cuaca sesuai dengan BMKG sampaikan, kita masih cuacanya ini masih hujan dan bahkan sampai hujan deras gitu," ujarnya.

Karena itulah, ia meminta masyarakat, baik warga Sleman maupun pemudik, untuk selalu waspada terhadap potensi bencana.

"Sehingga kami berharap nanti untuk seluruh masyarakat baik yang ada di Sleman maupun yang sedang mudik untuk berhati-hati, kemudian menyiapkan diri dalam artian adalah bahwa dimanapun kita berada harus siap ketika terjadi sesuatu bencana," tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara saat cuaca buruk.

"Oleh sebab itu silahkan untuk bisa melihat situasi, jadi kalau hujan deras ya jangan berkendaraan dululah kalau bisa," ucap Haris.

Baca juga: Sebut Kualitas Air Belum Capai Target Karena Masih ditemukan Limbah Ternak Jadi Titik Pembuangan Sampah, Ini Langkah yang dilakukan DLH Sleman

Namun, khusus di kawasan Merapi, ia mengingatkan bahwa keindahan alam harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap risiko bencana dan kondisi akses jalan yang licin saat hujan.

Dalam hal ini, ia kembali berharap kepada seluruh pelaku usaha bisa memberikan edukasi kepada seluruh pengunjung terutama yang ada di wilayah merapi, Prambanan sesuai dengan situasi dan posnya masing-masing.

"Kemudian juga di wilayah Merapi itu daerah yang sangat indah tetapi kita mesti harus waspada karena di samping alamnya itu indah tetapi juga aksesnya juga licin kalau hujan. Kemudian ketika angin ini juga nanti banyak juga pohon-pohon yang tumbang. Sehingga harapan kami kita mesti harus bisa menyiapkan diri," jelas Haris.

Baca juga: Sebut Lahan Sawah di Sleman Turun 3.000 Hektare Sejak 2018, Tapi Lahan Pertanian Pekarangan Justru Bertambah, Pemkab Akan Lakukan Ini

Kendati demikian, ia kembali meminta para pelaku usaha wisata untuk menyediakan peralatan dan perawatan kedaruratan sebagai bagian dari standar layanan.

"Untuk seluruh pelaku usaha kami mohonkan untuk menyiapkan perawatan-perawatan kedaruratan karena itu wajib ya, agar nanti seluruh pengunjung bisa nyaman dan selamat," pungkas Haris.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU