Senin, 02 MARET 2026 • 14:05 WIB

Laka Maut Kulon Progo : Istri Bos Rokok Tewas, Suami Kritis dan 2 Orang dirawat Intensif

Author

Polisi saat cek lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas tragis di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Senin (2/3/2026) (Istimewa)

JOGJA - Kecelakaan lalu lintas tragis melibatkan sepeda motor besar (moge) dan sepeda motor bebek terjadi di Perempatan Mlangsen, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Minggu 1 Maret 2026 sore. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu melibatkan moge yang dikendarai CEO Surya Group sekaligus pemilik merek rokok HS, Muhammad Suryo, berboncengan dengan istrinya, Anis Syarifah. Sementara dari pihak lain, sepeda motor Yamaha Jupiter dikendarai AA yang berboncengan dengan DN.

Saksi mata di lokasi kejadian, Laila, mengatakan peristiwa itu berlangsung begitu cepat.

"Kejadiannya sekitar pukul 16.30. Motor besar itu melaju dari arah barat, lalu terjadi benturan di tengah perempatan," ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Akibat kejadian tersebut, Anis Syarifah yang merupakan istri Muhammad Suryo meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Rizki Amalia Temon. Sementara Muhammad Suryo sempat dirawat di RSUD Wates sebelum akhirnya dirujuk ke RS JIH dengan pengawalan ketat aparat kepolisian karena kondisinya yang dilaporkan kritis.

Dua korban lainnya yang merupakan pengendara dan penumpang motor bebek, diketahui ayah dan anak, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Wates. Sang ayah dilaporkan mengalami patah tulang di bagian kaki kanan akibat benturan keras dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan lalu lintas tragis di Mlangsen, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Minggu 1 Maret 2026 sore (Istimewa)

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penanganan intensif.

"Saat ini Satlantas Polres Kulon Progo masih melakukan penanganan intensif dengan melaksanakan olah TKP secara menyeluruh melalui metode TAA (Traffic Accident Analysis) untuk menganalisis peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut," ujar Sarjoko, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, proses tersebut dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara akurat.

"Proses ini dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara akurat, mengumpulkan barang bukti, serta melengkapi data-data yang diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan," jelasnya.

Selain itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi.

"Kami juga masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap para saksi di sekitar lokasi kejadian dan pihak-pihak terkait lainnya," imbuh Sarjoko.

Baca juga: Kapolresta Sleman Sebut CCTV Jadi Bukti Kuat Tetapkan Hogi Minaya Jadi Tersangka Laka Lantas Janti Hingga Siap Dipanggil DPR RI

Terkait penyebab kecelakaan, Sarjoko menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan.

"Untuk hasil penyelidikan terutama kesimpulan terkait penyebab kecelakaan belum dapat disampaikan karena proses masih berjalan dan kami ingin memastikan semua fakta terkumpul secara objektif dan profesional," tegasnya.

Baca juga: Hendak Senggol Bacok Usai Laka Lantas, Polsek Jetis Amankan Dua Pemuda Bawa Celurit

Lanjut Sarjoko menambahkan, perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah seluruh rangkaian penyelidikan dinyatakan lengkap.

"Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali setelah hasil olah TKP dan penyelidikan dinyatakan lengkap," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU