Senin, 05 JANUARI 2026 • 13:05 WIB

Bupati Kulon Progo Deklarasikan Anti Judol dan Radikalisme di SMA 1 Pengasih

Author

Deklarasi Anti Judi Online (Judol) dan Anti Radikalisme yang dipimpin langsung oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, di SMA Negeri 1 Pengasih, Senin (5/1/2026). (Istimewa)

JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menegaskan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari ancaman judi online dan paham radikalisme. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Deklarasi Anti Judi Online (Judol) dan Anti Radikalisme yang dipimpin langsung oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, di SMA Negeri 1 Pengasih, Senin (5/1/2026).

Agung mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Menurutnya, dunia pendidikan menjadi garda terdepan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan teknologi digital.

"Pembangunan Kulon Progo tidak bisa dilepaskan dari pembangunan SDM. Anak-anak kita inilah yang nanti akan menjadi penopang daerah ini,” kata Agung dihadapan para siswa.

Ia mengungkapkan, hasil uji petik yang dilakukan pemerintah menunjukkan adanya indikasi pelajar yang mulai terpapar praktik perjudian, baik secara daring maupun konvensional. Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan, mengingat akses terhadap konten judi kini semakin terbuka melalui media digital.

"Paparan ini tidak bisa ditutup-tutupi. Judi online masuk secara terang-benderang melalui media online. Anak-anak kita sekarang sudah sangat terbiasa menggunakan gadget untuk belajar dan aktivitas sehari-hari. Ini sangat membahayakan karakter mereka,” ujarnya.

Agung menegaskan, deklarasi anti judi online dan anti radikalisme ini tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi langkah nyata dalam membangun benteng moral bagi para pelajar.

"Deklarasi ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya nyata untuk melindungi anak-anak kita dari pengaruh lingkungan digital yang negatif,” tegasnya.

Selain itu, deklarasi tersebut juga mencakup komitmen menolak perundungan, rasisme, minuman keras, dan narkotika. Agung berharap sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkarakter.

"Kita harus menciptakan ekosistem di mana siswa merasa malu melakukan perundungan, malu terhadap rasisme, dan berani menolak miras serta judi online. Anak-anak harus kembali menjunjung tinggi sopan santun, subasito, dan toto kromo," imbuhnya.

Kemudian, Pemkab Kulon Progo memberikan perhatian khusus pada jenjang SMA karena pada usia tersebut para siswa dinilai sudah sangat piawai dalam menggunakan teknologi, sehingga memerlukan pendekatan pembinaan yang lebih hati-hati dan terarah.

Baca juga: Malam Tahun Baru 2026 Wisatawan Malioboro Naik 1.000 Persen, Polisi Sebut Zero Pencopet

Untuk itu, Agung menekankan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan. Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan dalam deklarasi ini dapat diteruskan kepada orang tua melalui peran Komite Sekolah.

"Harapan besar kami, melalui komite sekolah, imbauan ini bisa sampai langsung kepada orang tua. Pengawasan melekat, baik di rumah maupun di sekolah, adalah kunci utama," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun, S.IP., S.Psi., M.Sc., menjelaskan bahwa deklarasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran pelajar SMP dan SMA terhadap bahaya judi online dan radikalisme.

"Penyebaran judi online dan paham radikalisme saat ini sudah sangat terstruktur dan masif, terutama melalui media yang digemari anak-anak, salah satunya media sosial,” ujar Pratiwi yang akrab disapa Tiwi.

Ia menambahkan, momentum hari pertama masuk sekolah dimanfaatkan untuk menggerakkan deklarasi secara serentak. Kesbangpol telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh SMP dan SMA sederajat di Kulon Progo untuk melaksanakan upacara pagi sekaligus deklarasi.

"Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar seluruh SMP dan SMA melaksanakan upacara pagi dan dilanjutkan dengan deklarasi secara serentak,” ungkapnya.

Baca juga: Update Terbaru Puluhan Mahasiswa UNISA Diduga Keracunan Saat Kegiatan di RS Jiwa Grhasia

Tiwi menyebutkan, sebelumnya Kesbangpol juga telah menggelar berbagai kegiatan pendukung, di antaranya deklarasi seluruh Ketua OSIS sebagai agen anti judi online dan radikalisme pada akhir 2025, serta sosialisasi melalui podcast untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Ke depan, Kesbangpol akan terus mengawasi dan memantau pelaksanaan gerakan ini agar berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti pada deklarasi semata.

"Gerakan ini harus terus dibangkitkan setiap waktu. Pemantauan akan dilakukan secara berkala, bahkan kami akan menjadwalkan Bupati dan Wakil Bupati untuk berkunjung ke sekolah-sekolah," pungkas Tiwi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim WA (Pribadi)

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU