Suasana malam tahun baru 2026 di Malioboro (Olivia Rianjani)
JOGJA - Pantauan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Yogyakarta berlangsung aman dan kondusif. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Polda DIY memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan wisatawan yang memadati sejumlah titik keramaian, terutama kawasan Malioboro dan Tugu Pal Putih.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut lonjakan kendaraan dan wisatawan yang masuk ke Yogyakarta pada malam pergantian tahun terbilang sangat signifikan.
"Memang signifikan ya bahwa peningkatan jumlah kendaraan memang signifikan. Saya lihat data yang ada, bantuan dari Kapolda, yang masuk ke Jogja ini hampir 2 juta lebih kendaraan dari segala penjuru, baik utara, selatan, timur, maupun barat," ujar Hasto kepada wartawan dilokasi Pos Teteg, Rabu (31/12/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung di kawasan Malioboro mengalami lonjakan sangat tinggi. Berdasarkan data yang diterimanya dari Kapolda DIY, peningkatan kunjungan bahkan mencapai seribu persen.
"Kemudian jumlah pengunjung di Malioboro mengalami peningkatan, kalau datanya Pak Kapolda seribu persen yang diprediksi pada malam hari ini,” katanya.
Meski terjadi lonjakan pengunjung, Hasto bersyukur situasi keamanan tetap terjaga. Ia menegaskan tidak ditemukan kasus pencopetan selama perayaan malam tahun baru.
"Sekali lagi yang kita syukuri, zero pencopet ya, tidak ada pencopet. Ini Alhamdulillah kita syukuri,” ucapnya.
Selain itu, respons cepat petugas terhadap kejadian anak yang terpisah dari orang tua juga menjadi perhatian. Tercatat ada delapan kejadian anak hilang, namun seluruhnya berhasil ditangani dengan cepat.
"Yang kedua, respon time terhadap anak yang hilang, kemarin ada 8 kejadian anak berpisah dari orang tuanya, tidak sampai 15 menit sudah bisa ditemukan. Ini bagian dari yang kita jaga bersama agar pengunjung merasa aman dan terlindungi,” jelas Hasto.
Terkait kebersihan kota, Pemkot Yogyakarta juga menyiagakan petugas kebersihan di lima titik rawan sampah, yakni di kawasan Tugu, Titik Nol Kilometer, Kridosono, area parkir Ngabean, serta lokasi-lokasi yang berpotensi digunakan untuk menyalakan kembang api.
"Saya kasih waktu batas jam 2. Jadi kalau jam 12 ada yang menyalakan kembang api, jam 2 paling tidak sudah bersih. DLH saya siagakan begitu," tegas Hasto.
Sementara itu, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono memastikan bahwa seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta terpantau ketat oleh aparat keamanan.
"Pada hari ini kami bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, dan stakeholder berada di titik-titik potensi kemacetan dan keramaian di DIY. Terutama di Pos Teteg depan Tugu Pal Putih, yang kami prediksi menjelang pukul 00.00 akan dipadati lebih dari 450 ribu orang,” ungkap Anggoro.
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan melalui 22 pos pengamanan, pemantauan CCTV Smart Province, serta pengawasan udara menggunakan sembilan unit drone.
"Kami pastikan DIY sampai saat ini dalam keadaan aman, kondusif, dan situasi kamtibmas serta lalu lintas aman lancar, kecuali terjadi kepadatan di Jalan Gatot Subroto, Malioboro, dan Tugu,” katanya.
Lanjut Anggoro menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dan penutupan sejumlah ruas jalan dilakukan untuk memberi ruang masyarakat merayakan pergantian tahun, dengan prinsip tidak boleh ada kemacetan lebih dari 30 menit.
"Tidak boleh ada kemacetan lebih dari 30 menit. Artinya semua harus berjalan. Sampai hari ini tidak ada titik kemacetan yang tidak bisa bergerak,” tegasnya.
Terkait isu kriminalitas, Anggoro menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan pencopetan atau tindak kejahatan lainnya.
"Sampai hari ini kami tidak menerima laporan pencopetan atau pencurian. Bahkan ada satu kejadian dompet hilang, itu dalam waktu kurang dari 30 menit sudah bisa ditemukan," katanya.
Ia menuturkan bahwa Yogyakarta tetap menjadi destinasi wisata nomor satu nasional dan seluruh unsur terus berupaya menjaga keamanan hingga rangkaian Operasi Lilin berakhir.
"Kami pastikan sampai malam pergantian tahun dan sampai pagi, bahkan sampai tanggal 2, Jogja dalam keadaan aman dan kondusif. Semua berkat doa, dukungan, dan kerjasama seluruh instansi dan masyarakat,” pungkas Anggoro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung