Daop 6 Jogja Siap Layani Wisatawan Nataru 2025/2026, Operasikan 35 KA dan Siagakan Ratusan Personel Layanan
JOGJA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama periode tersebut, Daop 6 akan mengoperasikan 35 Kereta Api (KA) Jarak Jauh serta menyiagakan ratusan personel guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan.
Secara nasional, KAI mengoperasikan Posko Angkutan Nataru mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 atau selama 18 hari.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa masa Nataru merupakan periode krusial yang menuntut kesiapan optimal seluruh insan KAI.
"Kereta api menjadi salah satu simpul transportasi terpadat selama masa Nataru. Oleh karena itu, keandalan layanan sangat menentukan kelancaran transportasi nasional dan KAI memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan operasional berjalan aman dan terkendali," ujarnya kepada awak media usai Apel Gelar Pasukan Posko Nataru 2025/2026 di Halaman BPTT Darman Prasetyo Yogyakarta, Kamis (18/12/2025).
Bobby menyebut, peran kereta api tidak hanya sebagai moda transportasi, tetapi juga berkontribusi dalam menggerakkan sektor pariwisata, menghidupkan usaha kecil, serta menjaga kesinambungan aktivitas masyarakat.
"Melalui tagline Hadirkan Kebaikan, Kuatkan Harapan, kami menegaskan bahwa kereta api adalah jembatan solidaritas dan harapan bersama, terutama di tengah proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah,” katanya.
Executive Vice President KAI Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, menyampaikan bahwa selama periode Nataru pihaknya mengoperasikan 35 KA Jarak Jauh, meningkat dibandingkan hari normal yang hanya 25 KA.
"Jumlah tersebut terdiri dari 25 KA reguler dan 10 KA tambahan. KA tambahan meliputi empat keberangkatan dari Stasiun Yogyakarta, empat dari Stasiun Solo Balapan, satu dari Stasiun Lempuyangan, serta satu KA Motis Tengah dari Stasiun Purwosari,” jelas Bambang.
Lanjut Bambang memaparkan, Daop 6 Yogyakarta menambah 25 personel ekstra yang terdiri dari petugas pemeriksa jalur dan penjaga pintu perlintasan. Dari sisi keamanan, sebanyak 342 personel kamtib disiagakan, yang terdiri dari Polsuska, petugas keamanan, serta dukungan TNI dan Polri.
Selain itu, Daop 6 menyiagakan 383 petugas kebersihan, 28 personel Customer Services Mobile (CSM), serta 35 petugas kesehatan. Tiga pos kesehatan disiapkan dan didukung oleh 51 rumah sakit mitra untuk menangani kebutuhan medis penumpang selama masa Angkutan Nataru.
"Kami juga memastikan keandalan sarana dengan mengoperasikan 34 lokomotif dan 314 kereta yang telah melalui pemeriksaan kelaikan dan kesiapan operasional," imbuh Bambang.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menuturkan bahwa kesiapan tidak hanya difokuskan pada operasional, tetapi juga pada fasilitas layanan di stasiun dan di dalam kereta.
"Kebersihan ruang tunggu, toilet, serta fasilitas pendukung lainnya terus kami jaga demi memberikan kenyamanan maksimal bagi pelanggan," ujarnya.
Selama penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026, Feni menyebut turut berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, Basarnas, serta komunitas pecinta kereta api.
"Dengan persiapan matang dari seluruh aspek, kami berharap Angkutan Nataru 2025/2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali. Ini merupakan wujud komitmen KAI Daop 6 untuk terus Melayani Sepenuh Hati," pungkas Feni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung