Semarak Kirab Trunajaya melintas di Malioboro, Rabu (22/10/2025). (Olivia Rianjani)
JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menyambut lonjakan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Salah satu upaya yang dilakukan adalah city beautification dengan pemasangan ornamen Natal dan Tahun Baru di sejumlah titik strategis kota.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, mengatakan ornamen Natal dipasang di koridor Jalan Suroto, sementara ornamen Tahun Baru dipasang di enam titik kawasan Sumbu Filosofis.
"City beautification ini kami lakukan untuk menciptakan suasana kota yang lebih menarik dan nyaman bagi wisatawan. Selain memperindah kota, ornamen ini juga efektif sebagai media promosi karena banyak dimanfaatkan wisatawan sebagai latar swafoto,” ujar Wahyu dalam konferensi pers di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (17/12/2025).
Ia menambahkan, Pemkot Yogyakarta tidak menyelenggarakan event khusus pergantian tahun. Namun, pelaku industri pariwisata tetap diperbolehkan menggelar kegiatan perayaan tahun baru di lingkungan usaha masing-masing. Disebutnya juga, bahwa kawasan Malioboro juga akan kembali diteguhkan sebagai ruang kolaborasi publik melalui gelaran Warna Warni Malioboro yang akan berlangsung pada Jumat (19/12/2025) di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB.
"Kami mencatat ada beberapa industri pariwisata yang menyelenggarakan event tahun baru di lingkungannya. Itu diperbolehkan," kata Wahyu.
Baca juga: Hanya 5 Persen Kampus di Indonesia Berorientasi Riset, Akademisi UGM Minta Pemerintah Ubah Regulasi
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyampaikan bahwa Warna Warni Malioboro menghadirkan beragam atraksi seni dan budaya yang melibatkan seniman, budayawan, komunitas, hingga pelaku ekonomi kreatif.
"Selain berbelanja dan berwisata, pengunjung kami ajak menikmati Malioboro sebagai ruang interaksi, apresiasi seni, dan kebersamaan,” kata Yetti dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025).
Sejumlah agenda utama akan memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya Kirab Bregada, Atraksi Barongsai, Pawai Warna Warni Malioboro, serta Lukis Titik Nol Kilometer On The Spot bersama para perupa Yogyakarta.
Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan Music Charity Performance for Sumatera yang menghadirkan musisi dan kelompok seni, seperti Kyai Kanjeng, KSBJ Jogja, Nos Indonesia, Nolkmkustik, dan Sirkus Barock.
"Pawai budaya akan melibatkan berbagai komunitas dan sanggar seni, antara lain Bregada Nyutran, Prajurit Jogja 2, Rakyat Suryatmaja, Nyi Purbo, Saeko Kapti, Wirosooro, Pasembaja, Wedhung Baswara, Tegal Siyogo, Retnoningsih, serta sanggar seni tari dan pertunjukan lainnya," imbuh Yetti.
Oleh karena itu, Yetti menegaskan, kegiatan di Malioboro tumbuh dari partisipasi aktif berbagai pihak.
"Ruang kolaborasi dan partisipasi di Malioboro sangat terbuka. Malioboro menjadi milik bersama yang dijaga secara gotong royong, sehingga ketertiban, kenyamanan, dan keberlanjutan kawasan dapat diwujudkan bersama-sama," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA