JOGJA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menekankan pentingnya integritas pribadi dalam menanggapi praktik korupsi. Menurutnya, korupsi bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga pertempuran batin yang sangat berat bagi individu.
"Pertaruhan-pertaruhan yang ada pada dirinya itu sering tidak di-maintenance dengan baik, sehingga sudah berkecukupan tapi masih melakukan hal yang negatif dengan korupsi. Kalau itu ya memang etikat memang tidak baik. Wong sudah cukup pun masih maunya menyalahgunakan wewenang dengan korupsi,” kata Sultan HB X saat ditemui wartawan usai puncak Hari Korpri Daerah (Harkodia) 2025, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).
Sultan menekankan, dalam perjalanan hidup, setiap orang dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan martabat atau mengikuti kepentingan pribadi.
"Sebetulnya kita bicara anti-kekerasan, anti-korupsi, dan artian lain itu perkelahian yang ada pada diri seseorang, antara martabat tapi juga kepentingan. Itu saja sebetulnya,” ujarnya.
Menurut Sultan, korupsi merupakan konsekuensi dari ketidakmampuan individu mengatur rasa dan integritas diri.
"Melakukan korupsi itu pertempuran yang paling besar yang ada pada dirinya. Kami-kami ini hanya mencoba memberitahu dengan cara mendidik, dengan cara memberikan contoh, tapi kekuatan yang paling besar itu dirinya bergelut dengan menjaga martabat atau bisa mengatur rasa,” jelasnya.
Sultan juga menyampaikan bahwa masyarakat yang mampu mengendalikan dirinya sendiri akan menurunkan praktik penyalahgunaan wewenang secara signifikan. Ia menambahkan, meskipun capaian integritas di DIY sudah cukup baik, masih ada ruang untuk perbaikan.
"Biarpun saya belum merasa puas dengan 79,4 gitu, ya. Kenapa enggak bisa 80? Kenapa enggak bisa 81, 82 atau 83?” tutur Ngarsa Dalem.
Kendati demikian, Sultan menekankan pentingnya pengendalian rasa sebagai fondasi integritas.
"Kalau saya campaign, ya Anda-Anda semua yang ada di sini, bagaimana bisa mengendalikan kemauan-kemauan yang kurang baik itu akan mewarnai dalam rasa Anda. Pikiran itu bisa berbohong, tapi kalau rasa, enggak mungkin akan berbohong. Pengendalian rasa itu bagi saya sangat penting bagi seseorang di dalam berproses," pungkas Sultan HB X.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Doorstop