Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menanggapi pertanyaan publik mengenai kemungkinan pengumuman tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana haji sebagai “kado akhir tahun” dari lembaga antirasuah tersebut.
Setyo menegaskan bahwa pimpinan KPK tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi proses penyidikan, sehingga penetapan tersangka sepenuhnya bergantung pada kecukupan alat bukti yang dihimpun para penyidik.
"Ditunggu saja. Itu kan semuanya saya sebagai pimpinan tidak bisa memberikan intervensi kepada para penyidik. Semuanya pasti berdasarkan alat bukti, dokumen. Manakala semua sudah dianggap cukup, semuanya sudah bisa dipastikan tanpa ada intervensi,” ujarnya kepada awak media usai acara puncak Harkodia 2025 di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (9/12/2025).
Setyo menjelaskan bahwa update terakhir dari penyidik terkait kasus dana haji pun belum ia terima secara lengkap. Ia menyebut laporan penyidik harus terlebih dahulu disampaikan berjenjang sebelum masuk ke pimpinan.
"Kemarin petugasnya atau penyidiknya baru ke arah saya, belum monitor hasilnya seperti apa, laporannya seperti apa, relevan tidak, sesuai enggak. Itu harus disampaikan kepada pimpinan, setidaknya dari penyidik kepada deputi secara berjenjang," jelasnya.
Saat ditanya apa yang masih ditunggu hingga pengumuman tersangka belum dilakukan, Setyo mengindikasikan bahwa masih ada proses yang belum tuntas.
"Kalau masalah nunggu apa lagi, ya mungkin karena belum diumumkan, berarti mungkin ada sesuatu yang masih belum tuntas,” katanya.
Baca juga: Absen pada Puncak Harkodia 2025 di Jogja, Presiden Prabowo Minta KPK Jangan Ragu Brantas Korupsi
Terkait rumor bahwa kasus tersebut sudah beberapa kali diekspos dalam internal KPK, Setyo menampik bahwa pemaparannya dilakukan berulang.
"Tidak banyak kali,” ujarnya singkat.
Namun, saat didesak mengenai berapa jumlah calon tersangka yang berpotensi ditandatangani dalam surat penetapan nanti, ia memilih untuk tidak membuka informasi tersebut.
"Nanti itu ada saatnya. Mudah-mudahan, doakan lancar semuanya. Yogyakarta istimewa, selamat menikmati," tandas Setyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Doorstop