Kementerian PU Sanggupi Anggaran Rp 19 Miliar pada 2026 Perbaikan Jembatan Kewek Jogja, Walikota Hasto Minta Sisakan Nilai Historis
JOGJA - Kondisi Jembatan Kewek di Kota Yogyakarta semakin memprihatinkan. Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebutkan kekuatan jembatan yang berada di wilayah pusat kota itu tinggal 20 - 30 persen.
Hal itu disampaikan Hasto usai menggelar audiensi tertutup bersama Gubernur DIY, Sultan HB X di Balai Kota, Kamis (4/12/2025).
"Ya, seperti Ngarsa Dalem tadi udah jelas ya bahwa Jembatan Kewek itu kita harus segera berbuat. Sekarang itu kan Jembatan Kewek ini ada yang patah, di ujungnya ada patah, geser 3 terbuka 3 cm, turun 10 cm, sampai di bawahnya itu juga anjlok gitu. Nah, kekuatannya tinggal antara 20 - 30 persen," ujar Hasto.
Hasto menegaskan, sesuai arahan Guberur, Pemkot diminta segera melakukan tindakan cepat untuk mengatasi kondisi sementara. Pada jangka pendek, menurutnya, akan menutup sebagian akses.
"Jadi mungkin disitu hanya kita bolehkan lewat kendaraan kecil saja seperti sepeda motor atau kendaraan lain yang kecil. Tapi kendaraan yang lain yang berat-berat, semua kita tidak bolehkan, dan akan segera kita lakukan secepatnya ya di Natal dan Tahun Baru ini sudah kita kerjakan," jelas Hasto.
Sementara untuk jangka panjang, Hasto menuturkan pemerintah kota akan membongkar jembatan secara keseluruhan karena usianya sudah mencapai 101 tahun.
"Kita kan harus melihat ini secara total bahwa Ngarsa Dalem sudah mengarahkan karena ini sudah umurnya 101 tahun, sudah lah sudah dianggap saja ini sudah total loss, sehingga kita bongkar secara keseluruhan. Sehingga tadi kita juga intent berkomunikasi sambil rapat itu ke Kementerian PU Pusat. Dan Alhamdulillah sudah disanggupi dari Kementerian PU pusat itu senilai 19 miliar itu untuk dianggarkan, dialokasikan di tahun 2026 itu," katanya.
Hasto menambahkan, rapat tersebut membuahkan persetujuan cepat dari Kementerian PU Pusat untuk pengalokasian anggaran melalui APBN sesuai arahan Sultan HB X. Selain itu, Hasto menekankan pentingnya mempertahankan nilai historis Jembatan Kewek.
"Jembatan Kewek ini kan ada nilai historis yang harus dipertahankan, meskipun fasadnya itu tidak ada heritage. Tetapi sejarah menunjukkan bahwa pada saat peresmian, Jembatan Kewek ini adalah jembatan yang di-create/didesign oleh Ngarsa Dalem yang ke delapan, ya sehingga Jembatan Kewek ini pun diberi nama pakai nama Ngarsa Dalem ke delapan," ungkap Hasto.
Untuk itu, meskipun secara fisik fasadnya tidak memiliki penanda, Hasto menegaskan dokumentasi jembatan tetap harus dilakukan.
"Kita harus mendokumentasi jembatan ini, harus membuat narasi, kemudian kita bisa meninggalkan sebagian sebagai penanda, entah itu nanti bagian mananya. Supaya itu menjadi penanda bahwa ini adalah bagian dari sejarah panjang waktu itu dimulai dari Ngarsa Dalem Sultan yang ke delapan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Doorstop