Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa kondisi Jembatan Kewek saat ini hanya menyisakan kekuatan 20–30 persen, sehingga penanganan darurat harus segera dilakukan. Hal itu ia sampaikan usai melakukan audiensi tertutup dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Balai Kota, Kamis (4/12/2025).
"Ya seperti Ngarsa Dalem tadi udah jelas ya bahwa Jembatan Kewek itu kita harus segera berbuat. Sekarang itu kan Jembatan Kewek ini ada yang patah, di ujungnya ada patah, geser 3 terbuka 3 cm, turun 10 cm, sampai di bawahnya itu juga anjlok gitu,” ujar Hasto kepada wartawan usai audiensi tersebut.
Menurutnya, kondisi struktur yang sudah sangat menurun membuat jembatan tidak lagi aman untuk dilalui seluruh jenis kendaraan.
"Nah, kekuatannya tinggal antara 20 - 30 persen. Oleh karena itu, kata Ngarsa Dalem tadi kita harus segera bertindak cepat untuk paling tidak mengatasi kondisi sementara,” tegasnya.
Hanya Motor yang Melintas
Hasto menyebut bahwa langkah cepat akan segera dilakukan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
"Nah, jangka pendek kita bertindak cepat dalam mengatasi kondisi sementara, salah satunya adalah menutup sebagian. Jadi mungkin di situ hanya kita bolehkan lewat kendaraan kecil saja seperti sepeda motor atau kendaraan lain yang kecil. Tapi kendaraan yang lain yang berat-berat, semua kita tidak bolehkan, dan akan segera kita lakukan secepatnya, ya di Natal dan Tahun Baru ini sudah kita kerjakan,” tegasnya lagi.
Mengingat usia Jembatan Kewek yang telah 101 tahun, Sultan HB X dan Pemkot menilai jembatan tersebut sudah tidak layak dipertahankan secara konstruksi.
"Kemudian jangka panjang itu, kita kan harus melihat ini secara total bahwa Ngarsa Dalem sudah mengarahkan karena ini sudah umurnya 101 tahun, sudah lah sudah dianggap saja ini sudah total loss, sehingga kita bongkar secara keseluruhan,” jelas Hasto.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Yogyakarta langsung berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan menerima respons cepat.
"Sehingga tadi kita juga intent berkomunikasi sambil rapat itu ke Kementerian PU Pusat. Dan Alhamdulillah sudah disanggupi dari Kementerian PU Pusat itu senilai 19 miliar itu untuk dianggarkan, dialokasikan di tahun 2026 itu,” ungkapnya.
"Sehingga akhirnya rapat ini juga lumayan sudah membawa berkah, kita langsung diberikan persetujuan cepat dari Kementerian PU Pusat untuk kemudian diakusisi oleh APBN sesuai harapan dan arahan Ngarsa Dalem,” sambung Hasto.
Ada Nilai Sejarah yang Harus Disisakan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Doorstop