Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 10:56 WIB

Geger Viral Awan Panas Merapi, BPPTKG Tegaskan Itu Hoaks Dan Status Terkini Siaga Level III

Author

Video hoaks terkait awan panas Gunung Merapi, pada Rabu (26/11/2025). (Istimewa)

JOGJA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menepis klaim dalam sebuah video yang beredar di media sosial yang menyebut terjadi awan panas guguran Gunung Merapi pada Rabu (26/11).

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh berdasarkan seluruh instrumen pemantauan resmi.

"Data pemantauan kami tidak menunjukkan adanya Awan Panas Guguran pada waktu seperti yang disebutkan dalam video tersebut. Jadi informasi itu tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Kami mengimbau warga tetap tenang, tetap waspada, dan selalu memilah informasi terkait Merapi sebelum membagikannya," tegas Agus.

Baca juga: Wacana TPST Piyungan Ditutup Tahun 2026, Kelurahan Gedongkiwo Sedang Siapkan TPST Mandiri Tahun, Sekda Kota Jogja Sebut Wilayah Lain Bisa Tiru

Aktivitas Merapi Pagi Ini 

Selain itu, BPPTKG juga merilis laporan aktivitas Merapi untuk periode pengamatan Kamis (27/11) pukul 00.00 - 06.00 WIB, dimana cuaca di sekitar puncak dilaporkan mendung, angin lemah bertiup ke timur, sementara tubuh gunung tertutup kabut tebal. Tidak teramati asap kawah selama periode tersebut.

Menurut Agus, selama enam jam pemantauan, BPPTKG mencatat 33 kali guguran dengan amplitudo 2 - 22 mm dan durasi 40 - 196 detik. Status Merapi hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga.

Kendati demikian, BPPTKG kembali menegaskan bahwa ancaman utama Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas. Potensi bahaya berada di sektor Selatan - Barat Daya, khususnya alur Sungai Boyong hingga 5 km, serta Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.

Baca juga: Satpol PP Kota Jogja : 75 Persen Pelaku Buang Sampah Liar di Jogja Warga Lokal, Justisi Tetap Berjalan Meski Program MAS JOS Berlangsung

Di sektor Tenggara, lanjut Agus potensi bahaya mencakup Sungai Woro hingga 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Serta, lontaran material dari letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Oleh karena itu, BPPTKG mengingatkan warga untuk tidak beraktivitas di zona tersebut dan tetap mewaspadai guguran, terutama ketika terjadi hujan.

"Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, masyarakat sebaiknya tetap mengikuti informasi resmi dari BPPTKG. Status Merapi tentu akan kami evaluasi bila ada perubahan aktivitas yang signifikan," pungkas Agus. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim WA Dan Konfirmasi

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU