JOGJA - Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 resmi dibuka di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin (24/11). Tahun ini menjadi penyelenggaraan dengan peserta perguruan tinggi terbanyak sepanjang sejarah, yakni 170 kampus dengan total 420 tim mahasiswa.
Universitas Gadjah Mada (UGM) hadir sebagai salah satu kontingen terbesar, mengirimkan 13 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang lolos ke final nasional. Para peserta mengikuti seremoni pembukaan yang berlangsung meriah dan dipenuhi semangat kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai daerah.
Pada tahun ini, UGM mengikutsertakan tim dari delapan skema PKM diantaranya PKM-K, PKM-KC, PKM-KI, PKM-PI, PKM-RE, PKM-RSH, PKM-VGK, dan PKM-GFT. Inovasi yang diusung meliputi isu kesehatan, lingkungan, sosial, teknologi, hingga mitigasi bencana.
Salah satu dosen pembimbing menyampaikan bahwa terdapat beberapa karya yang dibawa antara lain detektor lesi pra-kanker, perangkat wearable pendeteksi henti jantung, insinerator sampah portabel, serta sistem aerasi panel surya untuk budidaya lele. Ada pula inovasi terkait tata kelola digital, kehutanan, ruminansia, hingga kesiapsiagaan bencana.
"Kehadiran 13 tim ini menunjukkan luasnya eksplorasi riset mahasiswa UGM. Setiap tim membawa persoalan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (26/11/2025).
Pada sesi defile, UGM menunjuk dua mahasiswa sebagai pembawa bendera universitas yakni Ata Beckham De Porras (PKM-KI) mewakili tim yang mengembangkan Inkupets, sebuah inovasi inkubator cerdas berbasis Internet of Things untuk perawatan hewan peliharaan.
Serta, Maureen Arsa Sanda Cantika (PKM-K) membawa inovasi WormiBox, sebuah sistem budidaya cacing tanah dengan sensor dan pemantauan digital. Keduanya tampil memimpin barisan UGM di tengah ratusan kontingen dari seluruh Indonesia.
Apresiasi Rektor Unhas
Dalam sambutannya, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan apresiasi terhadap karya dan semangat peserta PIMNAS. Ia menilai forum ini menjadi ruang penting dalam memperkuat budaya riset lintas kampus.
"Para mahasiswa membawa gagasan yang relevan dengan tantangan masyarakat. Saya berharap inovasi-inovasi ini berkembang dan berkontribusi pada penelitian jangka panjang,” ujarnya.
Ia menutup sambutan dengan pesan filosofis Makassar yang sarat motivasi yang bermaksud menekankan pentingnya keteguhan dalam menuntut ilmu.
"Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai,” tegasnya.
Pesan Kemendikti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail