JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar CSR Award 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha sektor keuangan dan non-keuangan yang aktif berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Acara ini berlangsung di Pendhopo Taman Budaya Gunungkidul, Rabu (26/11/2025).
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Agung Danarta, menjelaskan bahwa penghargaan ini dirancang untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Tujuan penyelenggaraan CSR Award ini pertama untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah menjalankan tanggung jawab sosialnya di Gunungkidul. Kedua, untuk membangun sinergi antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah,” ujarnya.
Agung berharap ajang ini dapat memotivasi lebih banyak pelaku usaha agar terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan kegiatan menggunakan anggaran APBD 2025 melalui DPA DPMPTSP.
"Saya berharap program CSR yang dilakukan perusahaan semakin selaras dengan visi misi pemerintah daerah serta menyasar isu-isu strategis dalam prioritas pembangunan Kabupaten Gunungkidul,” tuturnya.
Baca juga: Baru 21 Persen Terjual, Daop 6 Jogja Masih Buka Tiket Libur Nataru 2025 - 2026.
Berdasarkan catatan DPMPTSP sebanyak 67 perusahaan penerima penghargaan CSR, terdiri dari 14 perusahaan sektor keuangan dan 53 perusahaan sektor non-keuangan. Penghargaan diberikan dalam tiga kategori, yaitu diantaranya :
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang hadir sekaligus menyerahkan piagam penghargaan, memberikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah berkontribusi.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi, sinergi, dan kontribusi para pelaku usaha kepada Kabupaten Gunungkidul," ujarnya.
Endah menegaskan bahwa pelaksanaan CSR Award 2025 sejalan dengan Program Prioritas Pembangunan Daerah.
"Program Tani Makmur, UMKM Berdaya, dan Gunungkidul Berdikari menempatkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai fondasi penting dalam mencapai pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti dampak positif perkembangan dunia usaha di daerahnya.
"Strategi bisnis yang berkembang di Gunungkidul memberikan multiplier effect besar untuk menumbuhkan perekonomian, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," terang Endah.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat menentukan arah pembangunan ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail