Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 15:10 WIB

Pemkot Yogya Genjot Bedah Rumah Tak Layak Huni Sebanyak 100 Bangunan

Author

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat ke salah satu bedah rumah. (Istimewa)

JOGJA - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hunian warga kembali terlihat melalui pelaksanaan program bedah rumah yang digelar di wilayah Kemantren Umbulharjo, Minggu (23/11/2025).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung memimpin kegiatan yang menyasar tiga rumah milik warga kurang mampu. Rumah pertama yang dibedah adalah milik Ratna Ismawati, warga Kampung Janturan, Warungboto.

Hunian yang sebelumnya masuk kategori tidak layak huni itu kini mulai direnovasi dengan dukungan anggaran sebanyak Rp 35 juta. Dana ini terdiri dari KORPRI Kota Yogyakarta sebesar Rp 25 juta, Mandiri Taspen Rp 5 juta, serta iuran perangkat pendamping dan warga setempat Rp 5 juta.

Hasto mengapresiasi sinergi berbagai lembaga yang terlibat dalam program ini. Ia menilai kebersamaan menjadi kunci percepatan penanganan rumah tidak layak huni di Kota Yogyakarta.

"Alhamdulillah, rumah Ibu Ratna bisa segera direnovasi berkat dukungan berbagai pihak. Ini bukti bahwa kepedulian sosial di Kota Yogya masih sangat kuat,” ujar Hasto.

Setelah dari Warungboto, rombongan Pemkot bergerak ke rumah Sarwoko Rejowiyono di Kampung Sanggrahan, Semaki, dan rumah milik Suratmi di wilayah Muja Muju. Untuk dua lokasi ini, proses renovasi mendapat sokongan dana masing-masing Rp 20 juta dari pihak swasta, Pamela Swalayan.

Hasto menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia usaha sangat membantu mempercepat penyelesaian persoalan kesejahteraan masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pamela Swalayan yang sudah ikut berpartisipasi. Semakin banyak pihak terlibat, semakin cepat pula kita dapat mengentaskan RTLH di Kota Yogya,” ucapnya.

Baca juga: Tepati Janji, Walikota Yogya Hasto Wardoyo Bersihkan Baliho Pejabat Termasuk Dirinya

Kendati demikian, Pemkot Yogyakarta menargetkan 100 rumah tidak layak huni (RTLH) selesai direnovasi hingga akhir 2025. Hingga November, tercatat 67 rumah telah mendapat bantuan melalui skema kolaboratif tersebut. Menurut Hasto, program bedah rumah merupakan bagian dari pembangunan inklusif yang mengedepankan tata kota humanis dan peningkatan kualitas hidup warga miskin.

"Program ini bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tapi juga soal memperkuat solidaritas antarmasyarakat. Dukungan KORPRI, perangkat wilayah, dan pelaku usaha menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama pembangunan sosial," jelas Hasto.

Baca juga: Apresiasi Terban Mural Competition, Wali Kota Yogya Sebut Akan Direplikasi Sepanjang Kali Code

Di sisi lain, Ratna Ismawati, salah satu penerima manfaat, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

"Saya benar-benar bersyukur dan tidak menyangka rumah saya akhirnya bisa direnovasi. Sudah lama ingin memperbaiki, tapi kemampuan ekonomi sangat terbatas. Bantuan dari Pemkot, KORPRI, dan para donatur ini sangat berarti bagi keluarga saya. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak,” ujarnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU