Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 14:35 WIB

Tepati Janji, Walikota Yogya Hasto Wardoyo Bersihkan Baliho Pejabat Termasuk Dirinya

Author

Penurunan baliho di Kota Yogyakarta pada Minggu (23/11/2025). (Istimewa)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai menata ulang ruang publik dengan menurunkan berbagai baliho bergambar pejabat, termasuk milik instansi sendiri. Kebijakan ini dimulai langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang pada Minggu (23/11/2025) menurunkan baliho bergambar dirinya di depan Puskesmas Danurejan II. Hasto menilai komunikasi pemerintah tidak semestinya bertumpu pada kultus figur.

Menurutnya, pesan yang disampaikan kepada masyarakat harus lebih diutamakan daripada pencitraan personal.

"Foto saya dibersihkan saja, yang penting pesannya. Kalau hanya menjadi sampah visual untuk apa? Lebih baik diganti dengan pesan yang bermanfaat untuk masyarakat sebagi edukasi mencegah stunting atau informasi layanan publik," ujarnya.

Ia menyebut saat ini masih terdapat tujuh titik baliho yang memuat foto dirinya dan akan diganti dengan informasi edukatif. Hasto menyebut pemasangan foto pejabat tetap dimungkinkan dalam konteks tertentu, seperti ucapan hari besar, namun tidak boleh memenuhi ruang kota secara berlebihan.

Di luar penataan visual kota, Hasto juga meminta pelaku ekonomi kreatif menyiapkan gagasan baru untuk pengembangan sektor kreatif serta penyusunan calendar of event Kota Yogyakarta 2026. Ia menilai kawasan seperti Kotagede masih memiliki ruang besar untuk dieksplorasi sebagai destinasi.

"Bersih-bersih ini kan land clearing untuk menciptakan kota yang rapi. Substansi pembangunan pariwisata, amenitas, sampai integrasi akses dimana perlu diisi lewat kolaborasi masyarakat, ekonomi kreatif, dan investor," jelasnya.

Baca juga: Driver TransJogja Mengadu Denda Rp 500 Ribu Memberatkan, Dishub DIY: Banyak Pelanggaran dari Keluhan Warga, SPM Terbukti Tekan Aksi Zig-Zag

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Yogyakarta, M. Arief Budiman turut menilai penertiban baliho pejabat sejalan dengan prinsip komunikasi publik yang berfokus pada program, bukan personel.

"Pesan utama harus pada karya dan hasil, bukan figur. Itu yang lebih penting untuk publik," katanya.

Arief juga menekankan pentingnya calendar of event yang tersusun rapi agar promosi pariwisata lebih efektif.

"Kalender event memberi sinyal kepada wisatawan dan investor bahwa agenda tahun depan sudah tertata. Tanpa itu, promosi sering tidak tepat sasaran seperti biaya besar, penonton sedikit," katanya.

Baca juga: Larangan Bajaj Online di Kota Yogya,Maxride Siap Ikuti Aturan Asal Tidak Diskriminatif

Ia menambahkan event besar seperti Art Jog dan JAFF menjadi contoh bagaimana agenda rutin berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara.

"Kalender event juga bisa mengisi bulan-bulan sepi agar okupansi hotel dan perputaran ekonomi tetap stabil. Kuncinya sinergi: pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU