Senin, 20 OKTOBER 2025 • 14:00 WIB

UGM dan LPS Perluas Kerja Sama, Fokus Bantu Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Author

Perluasan kerjasama antara LPS dengan UGM terkait bantuan beasiswa. (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Ruang Tamu Rektor, Gedung Pusat UGM, Senin (20/10/2025). Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, mengatakan kerja sama dengan LPS telah berlangsung hampir satu dekade dan terbukti memberi manfaat nyata, terutama dalam mendukung tridarma perguruan tinggi. Melalui perjanjian baru ini, kedua pihak berkomitmen memperluas kolaborasi di bidang pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen, pendanaan riset, serta sosialisasi literasi keuangan.

Sejak 2016 kami telah bekerja sama dalam banyak hal, mulai dari program magang, visiting scholar, hingga dukungan penelitian dan pendanaan bagi mahasiswa,” ujar Ova.

"Kami berharap kolaborasi ini terus memberi manfaat tidak hanya bagi UGM, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui peningkatan literasi dan stabilitas keuangan,” sambungnya.

Menurut Ova, salah satu tantangan besar yang kini dihadapi UGM adalah penurunan kuota penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) hingga 50 persen akibat efisiensi anggaran pemerintah. Kondisi ini, kata dia, mendorong kampus mencari alternatif pendanaan agar mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat menempuh pendidikan tinggi.

Kami berupaya menjalin kerja sama strategis agar mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa belajar tanpa terkendala faktor finansial,” tegas Ova.

Baca juga: HUT Kota Yogya ke-269, Pameran Rangkaian Bunga IPBI DIY Hiasi Stasiun Tugu

Lanjut Rektor Ova menilai, kemitraan UGM dan LPS menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga keuangan negara dalam memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi.

Kemitraan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kontribusi UGM terhadap pembangunan nasional,” tandas Ova.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung UGM dalam memperluas akses pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. LPS, kata dia, akan menyalurkan sebagian dana tanggung jawab sosialnya untuk membantu mahasiswa kurang mampu.

Kami ingin dana yang kami kelola dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui dukungan pendidikan di universitas seperti UGM,” kata Anggito.

Baca juga: KAI Daop 6 Yogya Hadiri FGD Penyelesaian Sengketa Aset Negara Secara Damai Bersama Komnas HAM

Selain mendukung beasiswa, LPS juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen UGM untuk mengikuti program magang, riset, dan pendampingan di bidang resolusi bank serta manajemen risiko. Di sisi lain, LPS mendorong pegawainya untuk melanjutkan studi di bidang aktuaria dan keuangan melalui kerja sama pendidikan dengan UGM, khususnya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Kami ingin kolaborasi ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dua arah, antara praktisi dan akademisi,” ujarnya.

Unit pelaksana kerja sama ini adalah FMIPA UGM dan Sekolah Vokasi UGM, yang akan menindaklanjuti kesepakatan dengan berbagai program pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat sesuai bidang keahlian masing-masing. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU