JOGJA - Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Daerah (Pemda) DIY yang aktif mendorong digitalisasi untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif.
Menurut Eko, digitalisasi merupakan keniscayaan yang harus direspons positif oleh masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga yang mulai merintis usaha. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, bisa menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Digitalisasi industri kreatif sekarang menjadi perhatian bersama. Nah, ibu-ibu perlu membiasakan diri, waktunya memanfaatkan gadget HP jadi lebih bermanfaat, bisa untuk berbisnis di gadget masing-masing,” ujar Eko, pada Rabu (17/9/2025).
Baca juga: Peringati HKN 2025, Pemkab Sleman Gelar Layanan Kesehatan Inklusif untuk Penyandang Disabilitas
Eko juga menyoroti peran pemerintah dalam menyediakan infrastruktur pendukung bagi pelaku UMKM. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah platform SiBakul Jogja yang kini telah dilengkapi dengan fasilitas subsidi ongkir dari Pemda DIY.
"Bagaimana TI dapat dioptimalkan untuk bisnis, nah tugas pemerintah berikan fasilitasi edukasi, sarana prasarana dan juga jaringan menyerap produk. Pemda DIY telah memiliki SiBakul, ongkir ditanggung pemda, tahun ini alokasikan Rp 3 miliar. Manfaatkan karena pasti lebih kompetitif,” jelasnya.
Sementara itu, praktisi teknologi digital dari InfoTekno, Eka Indarto, menekankan pentingnya penguasaan teknik pemasaran digital oleh pelaku UMKM. Menurutnya, media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga WhatsApp dapat dimaksimalkan sebagai etalase digital untuk memasarkan produk maupun jasa.
“Pesan saya, perhatikan desain alur media. Tiap usaha, produk dan jasa yang dipromosikan lewat sosial media adalah wajah usaha kita,” ungkap Eka.
Baca juga: Soal Tunjangan DPRD DIY, Kemendagri Minta Daerah Diminta Evaluasi Sesuai Kondisi Keuangan
Ia juga mengingatkan pentingnya konten promosi yang menarik dan jujur, serta storytelling yang mampu membangun koneksi emosional dengan calon konsumen.
“Produk dan jasa harus bisa bagikan pengalaman, hadirkan ruang komunikasi lebih lanjut. Jangan lupa dalam menulis (copywriting), berikan panduan jelas bagaimana cara membeli produk kita. Ingat juga rumus content dan context, sajikan dengan jujur agar produk bisa berkembang dan dibeli,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA