Senin, 25 AGUSTUS 2025 • 17:53 WIB

DI hadapan Rektor UGM, Ketua MPR RI Sebut PTN-BH Butuh Dukungan Finansial Dibanding Swasta

Author

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, saat berkunjung ke UGM. (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menyoroti tantangan yang dihadapi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dalam menjaga mutu pendidikan di tengah keterbatasan dukungan finansial dari negara. Ia menegaskan, perguruan tinggi negeri seharusnya tidak diposisikan seperti perguruan tinggi swasta yang harus mencari pendanaan sendiri.

Kondisi ini seperti alarm, bahwa perguruan tinggi sedang mengalami situasi yang kurang baik. Perlu diperhatikan, karena nantinya akan berpengaruh pada sistem pendidikan juga,” ujar Muzani, dalam keterangan yang diterima masing-masing email wartawan, pada Senin (25/8/2025).

Menurutnya, PTN-BH memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas. Namun, beban untuk mandiri secara finansial tanpa sokongan yang cukup dari negara justru menjadi tantangan tersendiri.

Baca juga: Ekonom UGM Ungkap Faktor Ini Jadi Maraknya Fenomena “Rojali” dan “Rohana"

Senada, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia. Ia menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin keberlangsungan pendidikan tinggi yang inklusif dan merata. UGM, kata Ova, terus berupaya membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat lewat berbagai program bantuan pembiayaan bagi mahasiswa.

Pendidikan tidak seharusnya menjadi produk eksklusif yang sulit dijangkau masyarakat. Tapi di sisi lain, PTN-BH juga dituntut memberikan layanan terbaik dengan pengelolaan yang mandiri. Itu bukan hal yang mudah,” ungkapnya.

Ova menilai, meskipun memiliki status sebagai badan hukum, PTN-BH tetap mengemban amanat negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, tanpa dukungan yang memadai, kualitas layanan dan pendidikan bisa terancam.

Status PTN-BH ini seperti swasta, harus berusaha sendiri. Tapi di sisi lain juga tidak boleh abal-abal, harus tetap berkualitas,” ujar Ova.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Wening Udasmoro, menyoroti tantangan lain yang dihadapi PTN-BH, termasuk kompetisi dengan perguruan tinggi luar negeri dalam hal beasiswa, seperti LPDP.

"Sekarang ada kecenderungan calon mahasiswa lebih memilih kampus luar negeri dibanding dalam negeri. Ini harus jadi perhatian,” kata Wening.

Baca juga: Guru Besar Pertanian UGM Sebut Hilirisasi Produk Kelapa Dinilai Bisa Genjot Ekspor Hingga Rp 2.600 Triliun

Ia juga menambahkan, masih adanya ketimpangan perhatian antara program studi bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) dengan ilmu sosial dan humaniora. Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi isu-isu besar seperti perkembangan teknologi dan perubahan iklim.

"Setiap ilmu memiliki manfaatnya masing-masing. Kita butuh pembenahan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya semua disiplin ilmu berjalan beriringan,” ujar Wening. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU