Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 15:10 WIB

Peledakan Mortir Aktif Peninggalan Perang Dunia Kedua yang Ditemukan di Ngemplak Sleman Terdengar Sampai Klaten, Begini Kata Polisi

Author

Bentuk mortir sepanjang lebih dari 1 meter yang ditemukan di halaman rumah warga Padukuhan Tanjung, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. (Istimewa)

JOGJA - Sebuah mortir aktif diduga peninggalan Perang Dunia kedua ditemukan warga di wilayah Ngemplak, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, pada Selasa (12/8), Tim penjinak bom (Jibom) Satbrimob Polda DIY berhasil melakukan disposal atau pemusnahan bahan peledak tersebut di lokasi yang dinilai paling aman, jauh dari permukiman.

Plt Wakapolresta Sleman, AKBP Sutikno, menjelaskan bahwa meski aparat kepolisian berada di lokasi, proses disposal tetap dilakukan oleh tim ahli dari Jibom karena membutuhkan keahlian teknis khusus dalam penanganan bahan peledak.

"Secara teknis saya juga tahunya cuma awam, karena ini adalah ranah spesialis. Mortir yang ditemukan diduga masih aktif, maka bahasanya oxso atau bom yang belum meledak. Itu harus didisposal karena berbahaya,” jelas AKBP Sutikno dalam keterangannya, Rabu (13/8/2025).

Mortir yang diduga merupakan jenis bom pesawat itu pertama kali ditemukan warga dan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Setelah dilakukan identifikasi awal dan dinyatakan masih aktif, tim Jibom kemudian melakukan disposal di area anak Sungai Gendul, sekitar 30 meter di bawah tebing, demi meminimalisir dampak ledakan.

Baca juga: Disposal Mortir Satu Meter Berbobot 400 Kilo di Sleman Ditunda Besok, Kapolresta Sleman: Sudah Dicoba Empat Kali Belum Meledak

Kalau besar, pertimbangannya demi keamanan. Maka di rapat kemarin dengan tim Jibom, diputuskan lokasi disposal paling aman adalah di titik kemarin itu. Dari pemukiman jauh, dalam, dan cekungannya sampai 30 meter,” ujar Sutikno.

Ledakan disposal terdengar hingga lebih dari satu kilometer. Bahkan, getaran dan suara ledakan dirasakan sampai wilayah perbatasan Klaten, Jawa Tengah.

Kedengarannya lumayan jauh ya, karena saya di perbatasan Klaten, tapi memang dampaknya besar. Serpihannya tebal, tekanan dan panasnya juga terasa,” imbuhnya.

Sebagai antisipasi penemuan serupa, tim melakukan sterilisasi lokasi untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yang tersisa. Selanjutnya, kawasan tersebut akan kembali diperiksa melalui metode penyisiran sistem panit area.

Pasti akan disisir, tapi karena alat tidak bisa menembus terlalu dalam, kita tetap mengandalkan laporan masyarakat. Kami imbau, kalau ada benda mencurigakan seperti granat atau mortir, jangan diutak-atik, langsung lapor ke aparat,” tegas AKBP Sutikno.

Baca juga: Mortir Sisa Perang Dunia II yang Ditemukan di Cangkringan Sleman Berhasil dimusnahkan Setelah 6 Kali Ledakan

Polresta Sleman bersama pemangku wilayah juga mengupayakan agar lokasi disposal menggunakan lahan bukan milik warga demi menghindari dampak sosial di kemudian hari.

Kalau menemukan barang yang dianggap berbahaya, jangan diutak-atik. Kita pun enggak berani nyentuh karena kita bukan ahlinya. Kami akan hubungi tim Jibom agar bisa ditangani secara profesional,” tegasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU