Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 11 AGUSTUS 2025 • 20:40 WIB

Disposal Mortir Satu Meter Berbobot 400 Kilo di Sleman Ditunda Besok, Kapolresta Sleman: Sudah Dicoba Empat Kali Belum Meledak

Disposal Mortir Satu Meter Berbobot 400 Kilo di Sleman Ditunda Besok, Kapolresta Sleman: Sudah Dicoba Empat Kali Belum MeledakBentuk mortir sepanjang lebih dari 1 meter yang ditemukan di halaman rumah warga Padukuhan Tanjung, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. (Istimewa)

JOGJA - Tim penjinak bom (Jibom) dari Satuan Brimob Polda DIY melakukan upaya disposal terhadap mortir sepanjang lebih dari 1 meter dengan bobot 400 kilogram yang ditemukan di halaman rumah warga Padukuhan Tanjung, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Proses pemusnahan (disporsal) tersebut dilaksanakan pada Senin 11 Agustus 2025 di Padukuhan Besalen, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan. Atau berada di bawah bukit dengan kedalaman sekitar 30 meter, yang dipilih karena dinilai lebih aman dan jauh dari permukiman.

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, menjelaskan bahwa proses disposal telah dilakukan sebanyak empat kali, namun belum berhasil meledakkan mortir tersebut.

"Sudah dilakukan disposal tadi empat kali namun belum mendapatkan hasil. Karena ini sudah gelap dan malam hari, kita tunda dan akan dilaksanakan besok lagi, rencananya jam 8 pagi,” ujar Kombes Edy saat ditemui di lokasi, Senin (11/8/2025).

Baca juga: Geger Warga Sleman Temukan Mortir Aktif Saat Menggali Tanah, Diledakkan Tim Gegana Hari Ini

Menurutnya, tim akan meningkatkan kekuatan disposal pada percobaan berikutnya pada Selasa (12/8/2025). Untuk persiapan selama proses ini, area sekitar lokasi telah diamankan dan ditutup dengan radius antara 500 meter hingga 1 kilometer. Bahkan polisi juga telah memasang garis pembatas (police line) dan menempatkan personel untuk berjaga.

Kita bersama-sama dengan Pemda, ada BPBD, Kesbangpol, Dinas Sosial, termasuk Panewu dan Kelurahan. Kita mengevakuasi masyarakat agar tidak berada di sekitar lokasi,” jelasnya.

Edy menambahkan, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi evakuasi telah diberikan opsi untuk mengungsi sementara. Total warga yang sempat dievakuasi berjumlah 21 Kepala Keluarga (KK), terdiri dari 7 KK di Kalurahan Glagaharjo dan 14 KK di Kalurahan Wukirsari.

Tadi warga sudah kita evakuasi di kantor kelurahan. Kalau merasa ragu-ragu, dari kelurahan sudah menyiapkan tempat, ada di barak dan aula. Dinas Sosial juga sudah siapkan dapur umum,” imbuhnya.

Baca juga: Sejoli Mahasiswa Asal Temanggung dibekuk Polresta Sleman Terlibat Kasus Pembunuhan Bayi Hasil Hubungan diluar Nikah

Mengenai asal usul mortir tersebut, Edy menduga kuat merupakan peninggalan masa agresi militer, namun belum dapat dipastikan.

Dimungkinkan bom pesawat. Kalau melihat ukurannya, bisa saja peninggalan agresi militer kedua. Tapi itu harus kata ahlinya ya,” katanya.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih berjaga dilokasi dan menyiapkan rekayasa lalu lintas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Disposal Mortir Satu Meter Berbobot 400 Kilo di Sleman Ditunda Besok, Kapolresta Sleman: Sudah Dicoba Empat Kali Belum Meledak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!