Jumat, 08 AGUSTUS 2025 • 16:16 WIB

Mural One Piece di Dukuh Temuwuh Sleman Dihapus, Kepala Dukuh Minta Warga Semarakkan HUT RI 80 Bertajuk Mengenang Para Pahlawan

Author

Mural One Piece di jalan di Padukuhan Temuwuh RT 02 RW 31, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY, setelah dihapus, pada Jumat (8/8/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Mural bergambar karakter One Piece yang sempat menghiasi jalan di Padukuhan Temuwuh RT 02 RW 31, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman,DIY, akhirnya dihapus. Penghapusan mural tersebut dilakukan atas kesepakatan antara warga dan pemuda setempat, usai dilakukan mediasi bersama pemerintah padukuhan.

Kepala Dukuh Temuwuh Kidul, Firmansyah, menjelaskan bahwa mural tersebut awalnya dibuat atas inisiatif para pemuda dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Pengecatan dilakukan secara swadaya dengan menggunakan cat sisa hasil iuran para pemuda.

Memang dalam hal ini yang patut diapresiasi dari pemuda itu punya inisiatif untuk menghias pos ronda tersebut, tapi kami tidak mengetahui secara pasti kemarin alasannya karena memang ada mural di jalan seperti itu,” kata Firmansyah saat dikonfirmasi, Jumat (8/8/2025).

Baca juga: Viral Mural One Piece di Jalan Setapak Gamping Sleman, Polisi dan Kelurahan Balecatur Masih Tunggu Arahan

Menurutnya, tujuan utama para pemuda adalah menghidupkan semangat kebersamaan menjelang perayaan hari kemerdekaan. Selain membuat mural, mereka juga berencana menghias pos ronda serta mengadakan lomba dan pentas seni. Namun, mural tersebut menjadi perbincangan publik usai viral di media sosial. Hal ini mendorong pemerintah padukuhan melakukan mediasi antara warga RT 02 dan para pemuda yang membuat mural.

"Setelah itu kan memang ada pemberitaan, mungkin ada yang mengetahui terkait tentang mural yang di jalan itu. Otomatis kemarin terus diberitakan dan akhirnya itu viral seperti itu,” ujarnya.

Baca juga: Warga Dukuh Temulawak Sleman Kecewa Diminta Hapus Mural One Piece, Bhabinkamtibmas Ini Siap Fasilitasi Kreavitas Seni Ketimbang Vandalisme

Setelah melalui audiensi cukup lama, disepakati bahwa mural tersebut akan dihapus, mengingat lokasinya berada di jalan umum yang merupakan fasilitas publik.

"Karena memang itu mural di jalan umum yang mungkin dilewati orang umum juga, akhirnya antara warga masyarakat dan pemuda pembuat mural punya kesepakatan kalau mural itu lebih baik dihapus,” jelasnya.

Kendati demikian, Firmansyah menegaskan bahwa penghapusan mural dilakukan secara damai dan berdasarkan kesepakatan bersama. Ia juga menyebut bahwa ke depan, pemuda dan warga akan lebih fokus untuk mengisi peringatan HUT ke-80 RI dengan kegiatan yang bersifat membangun kebersamaan dan semangat nasionalisme.

"Kedepannya mungkin dari pemuda dan warga akan lebih fokus untuk memperingati hari Kemerdekaan ke-80 yang mana tujuannya memperingati perjuangan para pahlawan dan itu kan bisa diimplementasikan kayak menghias pos ronda dan sebagainya. Dan juga bisa mengadakan lomba atau pentas seni seperti itu," pungkasnya.

Dihubungi terpisah, sekretaris Karang Taruna wilayah tersebut, Dandun Asmara membenarkan jika penghapusan mural itu merupakan kesepakatan bersama.

"Iya benar (kayak pak Dukuh)," ucapnya singkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU