JOGJA - Wakil Wali (Wawali) Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, kembali melakukan kegiatan rutin sambang kampung dengan bersepeda bersama jajaran Dinas PerinkopUKM dan OPD terkait. Kali ini, tujuan mereka adalah Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, sebuah kawasan yang kaya akan warisan budaya dan potensi usaha mikro kecil (UMK).
Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu itu, Wawali dan rombongan tak hanya bersepeda santai, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah pelaku UMK serta situs-situs bersejarah di Kotagede. Beberapa tempat yang dikunjungi antara lain Rumah Keris di Kampung Kembang Basen, Roti Kembang Waru milik Pak Bas, pengrajin logam di Kampung Bumen, Museum AMM, serta rumah peninggalan tokoh nasional Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Selain itu, rombongan melintasi gang rukunan atau yang dikenal dengan "between two gates," di mana deretan rumah tradisional khas Kotagede masih terjaga keasliannya di Kampung Alun-alun. Kegiatan ini diakhiri dengan kunjungan ke Peken Klangenan di Kebon Ndalem serta diskusi bersama forum komunikasi Kemantren Kotagede.
Kendati demikian, Wawali Wawan menegaskan bahwa potensi budaya dan UMK yang dimiliki Kotagede sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata utama di Kota Yogyakarta. Ia berharap warisan budaya, mulai dari kuliner hingga kerajinan tradisional, mampu mengangkat Kotagede sebagai Kota Lama yang ikonik dan diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.
"Sambang kampung ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat secara langsung potensi UMK dan heritage yang ada di Kotagede. Banyak warisan budaya yang sangat berharga dan bisa dikembangkan lebih maksimal sehingga Kotagede bisa menjadi destinasi utama sebagai Kota Lama di Yogyakarta,” ujar Wawan di sela kegiatan sambang kampung.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berkomitmen mendorong pelaku UMK dan pelestarian budaya di Kotagede agar kawasan ini semakin berkembang dan dikenal luas, sejalan dengan visi menjadikan Kotagede sebagai pusat wisata budaya yang autentik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers