Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 10 JULI 2025 • 19:25 WIB

Pemkot Yogya Serukan Himbauan Penting Terkait Peningkatan Kasus Leptospirosis yang Meningkat Tajam : Jangan Buang Bangkai Tikus Sembarangan!

Pemkot Yogya Serukan Himbauan Penting Terkait Peningkatan Kasus Leptospirosis yang Meningkat Tajam : Jangan Buang Bangkai Tikus Sembarangan!Kepala Bidang P2P PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr Lana Unwanah (kiri), saat jumpa pers di Balaikota Yogyakarta, pada Kamis (10/7/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menindaklanjuti peningkatan kasus leptospirosis di Kota Yogyakarta, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam menangani bangkai tikus dan kesehatan hewan peliharaan. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan, dr. Sri Panggarti, menjelaskan bahwa cara pembuangan bangkai tikus harus dilakukan dengan hati-hati.

"Jangan dibuang di sungai atau di jalan karena jika bangkai tersebut mengandung bakteri dan terkena air hujan, bakteri bisa menyebar dan berbahaya, apalagi jika ada luka di tubuh kita," ujarnya dalam jumpa pers di Balaikota Yogyakarta, Kamis (10/7/202).

Lebih lanjut, Panggarti juga menekankan pentingnya penguburan bangkai tikus yang benar dan penyemprotan desinfektan pada area sekitar.

"Sebaiknya bangkai tikus dikubur dan area sekitarnya disemprot desinfektan. Bakteri leptospira ini sebenarnya mudah mati jika terkena sinar matahari dan polin, tapi jika cuaca mendung dan lembap, bakteri bisa bertahan lebih lama," jelasnya. 

Baca juga: Kota Yogyakarta Darurat Kasus Leptospirosis, 6 Warga Meninggal Dunia Pada Pertengahan Tahun 2025, Dinkes : Meningkat Tajam dari Sebelumnya

Selain itu, terkhusus para petani ia mengingatkan agar selalu mencuci tangan dan membersihkan tanah setelah beraktivitas, terutama setelah kontak dengan hewan atau lingkungan yang terkontaminasi.

"Prinsip utama adalah selalu cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas dan menjaga kebersihan kandang hewan peliharaan," tegasnya.

Dalam kaitannya dengan kesehatan hewan, Panggarti juga mengimbau pemilik hewan peliharaan seperti anjing, sapi, kambing, dan domba untuk selalu memantau kondisi hewan dan segera membawa ke dokter hewan jika ada gejala seperti demam atau kuning.

"Kami juga menganjurkan vaksinasi leptospirosis pada anjing sebagai salah satu pencegahan penting.Hewan yang sakit harus segera ditangani dan kandang harus selalu bersih. Jangan biarkan hewan berkeliaran bebas karena itu bisa meningkatkan risiko penularan leptospirosis," tegasnya.

Baca juga: Kasus Leptospirosis Meningkat di Kota Yogyakarta, Pemkot Edarkan SE dan Akan Tetapkan Jadi KLB?

Kendati demikian, ia berharap masyarakat dapat bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan hewan demi memutus mata rantai penyebaran leptospirosis. 

"Kalau kita tidak ingin terkena penyakit ini, maka kita harus peduli dan bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan dan lingkungan sekitar," pungkasnya.

Diketahui, hingga awal Juli 2025, jumlah kasus leptospirosis mencapai 19 dan dari jumlah itu enam diantaranya meninggal dunia. Angka kematian ini menunjukkan case fatality rate (CFR) yang cukup tinggi, sekitar 31 persen dari tahun sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemkot Yogya Serukan Himbauan Penting Terkait Peningkatan Kasus Leptospirosis yang Meningkat Tajam : Jangan Buang Bangkai Tikus Sembarangan!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!