Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 16 APRIL 2026 • 17:20 WIB

Genjot Predikat "City of Festival", Pemkot Jogja Ungkap Ratusan Event Bakal Ramaikan di Tahun Ini

Genjot Predikat City of Festival , Pemkot Jogja Ungkap Ratusan Event Bakal Ramaikan di Tahun IniPotret Tugu Jogja. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah menyusun langkah besar untuk memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi berbasis acara. Melalui strategi bertajuk "City of Festival", Pemkot berambisi mengubah pola kunjungan wisatawan dari yang sebelumnya "kebetulan" menjadi "direncanakan" demi menghadiri event tertentu.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengungkapkan bahwa strategi ini menjadi kunci untuk mendongkrak angka kunjungan, terutama saat memasuki low season.

"Kita mencoba merubah yang selama ini orang datang ke Jogja karena kebetulan ada acara. Ke depan kita ingin orang datang ke Jogja karena memang ingin menghadiri event itu," ujar Wawan kepada wartawan di Pakualaman, Kamis (16/4/2026).

Menambal Kekosongan Musim Sepi

Wawan pun menyoroti tantangan pada periode Februari hingga April yang biasanya menjadi masa sepi kunjungan. Untuk itu, ia menginstruksikan orkestrasi kegiatan lintas dinas agar Jogja tetap memiliki daya tarik yang konsisten.

Beberapa agenda yang masuk dalam radar penguatan antara lain Festival Imlek bertema kota tematik, penguatan event seni seperti ARTJOG, Takbir Akbar skala kota saat Idul Adha, Festival Budaya Ruwahan Agung di Malioboro, hingga Jogja Great Sale pada bulan Oktober.

"Kita bicara bagaimana antisipasi low season. Kita tata kegiatan supaya orang tetap datang ke Jogja di musim sepi. Kita harapkan orang memang punya niat datang ke Jogja untuk mengikuti aktivitas itu," katanya.

Ia menyebut, langkah ini dibarengi dengan kebijakan finansial yang lebih ketat. Wawan menekankan pentingnya efisiensi melalui refocusing anggaran agar tiap rupiah yang dikeluarkan berdampak langsung pada ekonomi warga.

"Bagaimana kita menata anggaran supaya lebih produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat," tegas Wawan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta, Muhammad Zandaru, mencatat saat ini sudah ada 150 event yang terdaftar dalam kalender pariwisata, di mana 103 di antaranya merupakan inisiasi internal Kota Yogyakarta.

Baca juga: Disalip Tipis oleh Solo, Kota Jogja Jadi Runner Up Kota Maju 2026 di Indonesia, Pemkot Jogja Bidik Jadi "City of Festival

Zandaru menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan wilayah. Menurutnya, kesuksesan event di luar kota seperti Sleman atau Magelang tetap akan memberikan dampak ekonomi bagi Kota Jogja.

"Ketika ada event di sekitar seperti Prambanan Jazz atau Borobudur Marathon, dampaknya tetap ke Kota Yogyakarta karena wisatawan menginap dan berbelanja di sini," terang Zandaru.

Berdasarkan data tahun 2025, total kunjungan mencapai 11 juta orang dengan pengeluaran rata-rata per kunjungan sebesar Rp 2,28 juta. Meski demikian, lama tinggal (length of stay) masih menjadi pekerjaan rumah karena baru mencapai 1,77 hari, belum menyentuh target 2 hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Genjot Predikat "City of Festival", Pemkot Jogja Ungkap Ratusan Event Bakal Ramaikan di Tahun Ini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!