Potret Sarminiah calon Jemaah Haji tertua Kota Jogja. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Semangat ibadah tidak mengenal usia. Hal inilah yang terpancar dari sosok Sarminiah, warga Kota Yogyakarta yang kini menginjak usia 85 tahun. Di usianya yang senja, mantan Lurah Keparakan ini tercatat sebagai calon jemaah haji tertua dari Kota Yogyakarta yang siap berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Meski akan berangkat di usia yang tak lagi muda, Sarminia mengaku bekal yang paling utama baginya adalah ibadah salat dan doa-doa yang telah dipelajarinya selama ini.
"Mungkin doa-doa yang penting dan kita kan sudah solat, itu kan udah modal, modal bacaan lah disana. Jadi orang ya nggak mung meneng (diam) ya," ujarnya, saat ditemui diacara pengajian pamitan calon jemaah haji Kota Yogyakarta di Balai Kota, pada Rabu (15/4/2026).
Pengalaman Umrah 'Dadakan'
Perjalanan religi Sarminia sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2011 melalui sebuah kejadian yang tidak disangka-sangka. Saat itu, ia sedang berada di Jakarta untuk menjenguk saudaranya yang sakit. Secara kebetulan, rombongan teman saudaranya hendak berangkat umrah.
"Saya kan ngga siap, ngga bawa apa-apa maksudnya itu ga bawa sangu, ngga bawa apa-apa disana ya, sesuk wangsul, pokoknya pagi saya beli tiket jam 2 balik sana. Jadi sehari itu pulang balik, hanya ambil pakaian besoknya berangkat, jadi itu dadakan itu umroh saya," kenangnya sambil terkekeh.
Sepulang dari umrah "kilat" itulah, anak-anaknya langsung mendaftarkan Sarminia untuk berhaji. Namun, karena sistem antrean, ia harus menunggu belasan tahun hingga akhirnya mendapat panggilan di tahun 2026 ini.
"Anak-anak ngerti ibunya mau haji ning ora tekan-tekan nunggu panggilan, umroh dulu wes pokoke umroh-umroh ya gelem saya bilang yang penting wes naik kapal gitu," ucapnya.
Baca juga: Distribusi Koper Alami Keterlambatan, Pemkot Jogja Minta Calon Jemaah Haji 1447 H Bersabar
Rahasia Kebugaran di Usia 85 Tahun
Meski sempat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Puskesmas, Sarminia dinyatakan sehat dan siap berangkat. Ia hanya diminta menjalani rawat jalan untuk pemantauan kondisi jantung yang tergolong ringan.
"Cuma waktu itu periksa jantung tapi dari pihak puskesmas ada dirujuk tapi (untungnya) nggak papa cuma dikasih obat jalan aja. Nggak ada sakit yang lain. Insya Allah, Jangan bilang sakit," ucapnya optimis.
Sarminia bersama keluarganya. (Olivia Rianjani)
Terkait persiapan fisik, Sarminia mengaku tidak memiliki latihan khusus. Ia hanya rutin berjalan kaki di sekitar rumah secara mandiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung