Para calon jemaah haji Kota Yogyakarta yang siap berangkat tahun 2026 ini. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Persiapan keberangkatan jemaah haji asal Kota Yogyakarta tahun 2026 memasuki babak akhir. Pada tahun ini, total jemaah yang akan diberangkatkan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai 494 jemaah.
Kasubag TU Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta sekaligus Petugas Pembimbing Ibadah Kloter 6 YIA, Ahmad Mustafid, menjelaskan bahwa ratusan jemaah tersebut tidak diberangkatkan dalam satu kelompok terbang (kloter) yang sama karena adanya batasan kapasitas.
"Insya Allah dari kota Yogyakarta akan diberangkatkan jemaah haji sejumlah 494 jemaah insya Allah. Tapi memang tidak bisa satu kloter kan, karena satu kloter terbatasi maksimal kan 354 jemaah, sehingga terbagi menjadi beberapa," ujar Mustafid, saat ditemui di acara Pengajian Pamitan Calon Jemaah Haji Kota Yogyakarta, Rabu (15/4/2026).
Pembagian Kloter dan Jadwal Keberangkatan
Mustafid merinci bahwa jemaah akan tersebar di beberapa kloter. Kloter 6 menjadi kloter utama yang berisi jemaah asal Kota Jogja secara utuh.
"Ada yang gabung di kloter pertama dengan Kulon Progo itu jumlahnya hanya 2 jemaah. Lalu yang utuh dari Kota Jogja di Kloter 6, itu full jamaah Kota Jogja yang berjumlah 354 jamaah lalu 6 petugas," jelasnya.
Selain itu, terdapat 3 jemaah di Kloter 7, dan sisanya akan masuk dalam Kloter 26 YIA yang sering disebut sebagai 'kloter sapu jagad'. Kloter terakhir ini memiliki tantangan tersendiri karena jadwalnya yang sangat mepet dengan puncak ibadah haji.
"Kloter 26 YIA, itu disebut kloter sapu jagad, jadi berangkatnya tanggal 20 Mei, terbang sampai ke sana tanggal 21 Mei, tanggal 26 Mei sudah arofah. Jadi begitu sampai ke Tanah Suci yang kloter 26 ini, itu nanti 4 hari berikutnya sudah persiapan puncak haji armusnya," katanya.
Untuk Kloter 6 sendiri, jemaah dijadwalkan masuk ke asrama pada 28 April mendatang.
Skema Baru Embarkasi YIA
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan Embarkasi Donohudan, tahun ini jemaah asal DIY dan sebagian Keresidenan Kedu akan menggunakan Embarkasi YIA dengan fasilitas hotel berbintang.
"Tahun ini DIY dan sebagian Karisidenan Kedu itu berangkatnya dari embarkasi YIA. Dan kedua itu basicnya adalah hotel, menggunakan Hotel Ibis dan Novotel. Kalau di Embarkasi Donohudan, satu kamar dihuni 10 jamaah, karena ini basicnya Embarkasi Hotel, maka satu kamar hanya bertiga. Penak nopo penak? Penak banget," ucap Mustafid.
Menurutnya, penggunaan Embarkasi YIA ini merupakan yang pertama kali dengan total melayani 26 kloter.
"Jadi nomor kloter pertamanya nanti tanggal 21 April, hampir setiap hari hanya satu. Kalau Donohudan dulu satu hari tiga kloter," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung