JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuka peluang bagi calon mahasiswa melalui jalur seleksi mandiri Ujian Mandiri Computer-Based Test (UM CBT) tahun 2026. Pendaftaran resmi dibuka mulai 14 April hingga 5 Mei 2026.
Pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung pada 2 - 6 Juni 2026 di dua lokasi, yakni Kampus UGM Yogyakarta dan Kampus UGM Jakarta. Sementara itu, hasil seleksi akan diumumkan pada 12 Juni 2026.
Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM, Dr. Sigit Priyanta, menyampaikan imbauan kepada calon peserta agar memperhatikan jadwal serta memilih lokasi ujian dengan cermat.
"Calon peserta diimbau untuk mencermati jadwal pendaftaran dan memilih lokasi ujian dengan bijak," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, biaya pendaftaran berbeda sesuai lokasi ujian, yakni Rp 350.000 untuk Yogyakarta dan Rp 550.000 untuk Jakarta.
Lebih lanjut, Sigit memaparkan bahwa UM CBT UGM terdiri atas tiga jenis tes, yaitu Tes Kemampuan Dasar, Tes Potensi, dan Tes Kemampuan Akademik. Materi Tes Kemampuan Dasar mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika dasar yang dirancang untuk mengukur kemampuan logika, numerik, dan pemahaman bacaan peserta.
"Proses seleksi ini murni berdasarkan kemampuan peserta untuk menyelesaikan tes, tanpa mempertimbangkan latar belakang jurusan, asalkan benar-benar dipersiapkan," jelasnya.
Dalam seleksi ini, peserta diperbolehkan memilih maksimal dua program studi, baik program sarjana maupun sarjana terapan, termasuk lintas bidang.
Namun demikian, Sigit mengingatkan peserta yang telah lolos melalui jalur lain, seperti SNBT, untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan mereka dalam UM CBT.
"Probabilitas bagi peserta yang telah dinyatakan lolos di jalur lain akan memiliki peluang yang sangat kecil untuk diterima kembali melalui UM CBT," katanya.
Terkait biaya pendidikan, UGM menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga. Setelah dinyatakan lolos, peserta wajib mengisi data ekonomi yang akan diverifikasi untuk penentuan kelompok UKT.
Selain itu, terdapat Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dengan besaran berbeda berdasarkan klaster program studi, yakni Rp 20 juta untuk sosial-humaniora dan Rp 30 juta untuk sains-teknologi.
Sigit juga menekankan pentingnya kelengkapan dokumen dan kejujuran dalam proses pendaftaran. Peserta diwajibkan mengunggah identitas diri, ijazah atau surat keterangan lulus, serta kartu peserta UTBK 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail