JOGJA - Ribuan masyarakat lokal dan wisatawan memadati kawasan Malioboro hingga Keraton Yogyakarta, Kamis (2/4/2026), untuk menyaksikan kirab budaya dan sowan massal dalam rangka Mangayubagya Yuswa ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.
Kirab budaya Mangayubagya Yuswa ke-80 Sri Sultan HB X menjadi momen langka bagi wisatawan untuk menyaksikan kekayaan tradisi dan hasil bumi dari seluruh wilayah DIY secara langsung.
Baca juga: Meriahnya 1.900 Peserta Kirab Budaya Nitilaku Sambut Dies Natalis ke-76 UGM
Sejak pagi, masyarakat dan wisatawan sudah memadati sepanjang rute iring-iringan ribuan pamong dan lurah se-DIY yang membawa hasil bumi untuk dipersembahkan kepada Raja Ngayogyakarta. Untuk mendukung kelancaran acara, petugas menutup sejumlah ruas jalan di kawasan pusat kota.
Suasana khas Jawa terlihat kental dengan hiasan janur kuning yang menghiasi Malioboro, Titik Nol Kilometer, Alun-Alun Utara, hingga Keraton Yogyakarta. Pemandangan itu menarik perhatian banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Serly, wisatawan asal Serang, mengaku senang bisa menyaksikan tradisi langka tersebut.
"Jarang banget bisa lihat kirab sebesar ini. Tadi sengaja datang pagi ke Malioboro, ternyata sudah ramai. Seru banget lihat gunungan hasil bumi dari tiap daerah, warna-warni dan unik," ujarnya.
Wisatawan mancanegara juga tak kalah antusias. Maria, asal Meksiko, mengaku beruntung bisa menyaksikan hasil bumi yang dibawa oleh para pamong. Awalnya, Maria tidak mengetahui adanya perayaan ulang tahun Sultan dan baru mendapatkan informasi tentang kirab budaya tersebut dari rekannya yang tinggal di Indonesia.
"Saya tidak tahu sebelumnya. Seorang teman di sini memberi tahu kami tentang parade ini dan kami sangat senang bisa melihatnya," ucap Maria.
Maria mengapresiasi pakaian tradisional Jawa dan keseluruhan kirab budaya memberikan kesan mendalam baginya. Ia bahkan melihat adanya kemiripan antara budaya Indonesia dan Meksiko. Maria memuji batik serta kekayaan budaya Indonesia yang menurutnya sangat menarik.
"Ya, sangat bagus. Di Meksiko kami juga punya tradisi seperti ini. Jadi saya merasa menemukan banyak kemiripan dengan Meksiko. Kami juga negara yang sangat tradisional," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung