Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 12:35 WIB

BGN Sebut Lumbung Mataram DIY Akan Jadi Pelopor Penyedia Bahan Baku MBG

BGN Sebut Lumbung Mataram DIY Akan Jadi Pelopor Penyedia Bahan Baku MBGGubernur DIY Sri Sultan HB X bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, saat di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (23/12/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Lumbung Mataram yang dikembangkan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) akan menjadi sumber utama pasokan bahan baku untuk dapur-dapur Makan Bersama Gratis (MBG). Program ini mencakup integrasi antara peternakan, pertanian, dan produksi pangan lokal.

Hal ini dikatakan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, saat ditemui usai pertemuannya kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (23/12/2025).

"Lumbung Mataram ini nanti insya Allah akan memasok dapur-dapur MBG. Dan diharapkan ini tidak ada lagi yang membeli dari luar daerah. Sehingga itu kemandirian ekonomi dan juga pemberdayaan masyarakat akan terjadi. Itu sebetulnya yang kami bahas siang hari ini," ujarnya kepada wartawan usai acara.

Menurut Nanik, kondisi itu dilatar belakangi lantaran kekhawatiran terbesar pihaknya adalah terkait penyediaan bahan baku, terutama jika jumlah dapur MBG mencapai sekitar 320 unit di DIY. Karena inilah, Nanik mengapresiasi Ngarsa Dalem bahwa dengan adanya Lumbung Mataram, kekhawatiran tersebut dapat diatasi.

"Alhamdulillah luar biasa ternyata Ngarsa Dalem sudah menyiapkan program namanya Lumbung Mataram. Jadi itu nanti akan dibangun untuk integrated seperti ada peternakan, ada pertanian," katanya.

Untuk memperkuat itu, Nanik menekankan pentingnya penggunaan bahan lokal sesuai Perpres Nomor 115 Tahun 2025. Semua bahan makanan untuk MBG, termasuk roti dan lauk-pauk, harus diproduksi oleh UMKM, ibu-ibu PKK, dan kantin sekolah, bukan dari pabrikan.

"Jadi nanti UMKM, ibu-ibu PKK, kantin sekolah semua akan hidup. Karena roti tidak dari pabrikan tapi roti nanti dibuat oleh kantin. Kemudian ibu-ibu PKK dan juga UMKM misalnya seperti itu. Begitu juga lauk-lauk seperti mungkin kalau bikin nugget atau bikin chicken golden blue. Makanan anak yang buat nanti ibu-ibu yang langsung, yang fresh tapi yang satu hari langsung bisa digunakan," terangnya.

Baca juga: Guru Besar UGM Usul Sebagian Dana MBG Difokuskan untuk Daerah Terdampak Bencana

Lebih lanjut, Nanik menyoroti bahwa pemerintah desa di DIY kini telah menyiapkan tanah kas desa yang bisa digunakan untuk menanam sayur, buah, dan peternakan bagi masyarakat.

"Tanah desa ini akan ditanami oleh masyarakat, termasuk mereka yang tidak punya sawah. Kalau kurang, nanti bisa ditambah. Ini sangat menenangkan kami," ucapnya.

Sehingga menurut Nanik, konsep Lumbung Mataram ini berpotensi menjadi percontohan nasional. Pihaknya berencana menyosialisasikan model tersebut ke provinsi lain.

"DIY ini sudah memelopori di mana desa ini yang disiapkan, desanya tanah-tanah pasti di tiap desa itu ada yang idle kan. Nah itu mungkin malah bengkok kalau perlu seperti itu. Ya kan bisa ditanamin dan menanam masyarakat yang tidak punya sawah," jelas Nanik.

Baca juga: Wakil BGN Bantah Anak Wajib ke Sekolah Saat Libur Demi MBG

Sementara Sri Sultan menegaskan pentingnya kejelasan konsep dan kelembagaan dalam mendukung program MBG. Dengan begitu, kata Sultan, pengembangan Koperasi Merah Putih dan Lumbung Mataram akan berjalan secara mandiri. Selanjutnya, kedua lembaga ini bisa fokus mengembangkan sistem yang mendukung penyediaan bahan pangan lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BGN Sebut Lumbung Mataram DIY Akan Jadi Pelopor Penyedia Bahan Baku MBG

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!