Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 22 DESEMBER 2025 • 19:10 WIB

Pascabencana di Sumatera, Eks Kepala BMKG Tekankan Konsep "Build Back Better" Dan Usulkan Badan Khusus

Pascabencana di Sumatera, Eks Kepala BMKG Tekankan Konsep Build Back Better Dan Usulkan Badan KhususMantan Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, memaparkan analisis penyebab banjir bandang yang melanda wilayah Sumatra dalam Forum Pojok Bulaksumur di Selasar Tengah Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (4/12/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Penanganan bencana di Sumatra saat ini dinilai masih menghadapi kesenjangan serius antara skala dan kompleksitas bencana dengan kapasitas yang dimiliki untuk menanggulanginya. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dwikorita Karnawati, Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pakar kebencanaan.

Menurut Prof. Dwikorita, bencana yang melanda Sumatra kali ini merupakan peristiwa luar biasa yang bukan sekadar kejadian tunggal.

"Bencana ini muncul akibat interaksi berbagai faktor kompleks, mulai dari kondisi geologi yang aktif, dampak perubahan iklim global, hingga kerusakan lingkungan yang signifikan,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Menurut Dwikorita, secara geologis, wilayah Sumatra memiliki pegunungan tinggi yang curam dan rapuh, berdampingan dengan dataran rendah berupa kipas aluvial. Bentuk bentang alam ini meningkatkan kerentanan sekaligus menyulitkan akses tim tanggap darurat. Ditambah lagi, anomali cuaca akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan memicu terjadinya multi-bencana geo-hidrometeorologi secara beruntun.

"Bencana ini biasanya diawali longsor dan erosi, kemudian berkembang menjadi banjir bandang dan banjir dengan skala besar," jelasnya.

Ia mengungkapkan dampak bencana ini melintasi tiga provinsi dengan ribuan korban jiwa serta ratusan infrastruktur dan ribuan rumah rusak atau hilang. Pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, relawan, dan berbagai pihak telah berupaya keras menanganinya, namun Prof. Dwikorita menilai kapasitas yang ada masih bersifat konvensional.

"Ada ketidakseimbangan antara magnitude bencana yang luas, kompleks, dan repetitif dengan kapasitas penanganan yang kita miliki saat ini," katanya.

Kendati demikian, ia menekankan perlunya penambahan armada dan teknologi di lapangan, serta penguatan sumber daya manusia yang mumpuni.

"Langkah penanganan harus cepat, tepat, taktis, dan berskala luar biasa, terutama di tahap tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi," tegasnya.

Selain itu, Dwikorita menekankan konsep "Build Back Better" dengan target zero victims dan zero loss and damage, sekaligus membangun peradaban baru yang aman dan berkelanjutan.

Baca juga: Banjir Bandang Beruntun di Sumatra Dinilai Cerminkan Krisis Multi-Bencana, Mantan Kepala BMKG Dwikorita Kritik Lemahnya Sistem Penanganan

Untuk itu, ia menekankan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi harus berjalan paralel dengan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, karena bencana susulan masih mungkin terjadi, terutama selama musim hujan. Salah satu langkah mitigasi yang mendesak, menurutnya, adalah mencegah banjir bandang susulan.

"Perlu dilakukan inspeksi menyeluruh di hulu sungai untuk mengecek endapan longsor, material rombakan, dan kayu yang tertahan. Jika sumbatan ini jebol, banjir bandang bisa kembali terjadi dan merusak infrastruktur yang sedang dibangun," papar Dwikorita.

Selain itu, lanjut dia, pembersihan sedimen, lumpur, kayu, dan bangkai hewan dari jalan, irigasi, dan rumah perlu dilakukan agar fasilitas yang masih memungkinkan dapat segera difungsikan. Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, ia menekankan perlunya evaluasi zona bahaya, pemetaan ulang lingkungan, serta simulasi bencana dengan model fisika-matematis berbasis data empiris.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pascabencana di Sumatera, Eks Kepala BMKG Tekankan Konsep "Build Back Better" Dan Usulkan Badan Khusus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!