JOGJA - Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengajak para lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode I Tahun Akademik 2025/2026 untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat hilirisasi industri nasional.
Menurutnya, hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi, tetapi juga bentuk kedaulatan bangsa dalam mengolah sumber daya alam secara mandiri dan bernilai tambah.
"Kita ingin agar sumber daya Indonesia diolah dengan kecerdasan anak bangsa sendiri, bukan hanya diekspor sebagai bahan mentah. Di sinilah kontribusi nyata para lulusan Pascasarjana sangat dibutuhkan,” ujar Faisol dalam sambutan wisuda tersebut yang digelar di Grha Sabha Pramana, Selasa (21/10/2025).
Faisol yang hadir mewakili Pengurus Pusat (PP) Kagama menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam menghasilkan inovasi yang aplikatif. Ia berharap riset-riset dari kampus tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat menjadi solusi nyata bagi dunia industri dan masyarakat.
"Penelitian di kampus harus bisa menjawab persoalan riil industri dan menciptakan solusi di masyarakat. Lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan teori dengan praktik di lapangan,” pesan Faisol.
Dalam prosesi wisuda yang dibuka oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, universitas meluluskan 2.335 wisudawan dari berbagai program, terdiri atas 2.028 lulusan Magister (S2) termasuk enam warga negara asing, 102 lulusan Spesialis, 12 lulusan Subspesialis, dan 193 lulusan Doktor (S3), yang juga mencakup satu warga negara asing. Prosesi berlangsung selama dua hari, 21 - 22 Oktober 2025.
Prof. Ova dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan berintegritas di era transformasi teknologi.
"Belajar di perguruan tinggi bukan hanya untuk menguasai pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan daya saing agar mampu memecahkan permasalahan bangsa,” ujarnya.
Capaian Prestasi UGM Terbaru
Dalam kesempatan itu, Rektor Ova juga mengumumkan sejumlah capaian UGM terkini, diantaranya 14 peneliti UGM yang masuk daftar 2 persen ilmuwan terbaik dunia 2025 versi Stanford University, serta penghargaan Mandaya Award dari Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat atas kontribusi UGM dalam program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan.
Selain itu, Program Studi Magister Agama dan Lintas Budaya (ALB) atau CRCS UGM meraih akreditasi internasional Premium Quality Seal dari FIBAA, menegaskan reputasinya di kancah global.
Baca juga: Jumlah Startup Aktif Indonesia Masuk 6 Besar Dunia, UGM Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail