Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 14:50 WIB

Kolaborasi Pusekra UGM Bersama Pemkab Murung Raya Susun, Dorong Kembangkan Induk Ekonomi Kreatif

Kolaborasi Pusekra UGM Bersama Pemkab Murung Raya Susun, Dorong Kembangkan Induk Ekonomi KreatifPusekra UGM gandeng Pemkab Murung Raya Susun dorong Rencana Induk Ekonomi Kreatif. (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggandeng Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (Pusekra UGM) untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif (Rindekraf) Kabupaten Murung Raya.

Kolaborasi ini ditandai dengan kegiatan Pemaparan Laporan Pendahuluan dan Focus Group Discussion (FGD), yang digelar di Aula Cahai Ondui Tingang, Gedung B Kantor Bupati Murung Raya, Selasa (14/10/2025). Tim peneliti dari Pusekra UGM yang hadir langsung dari Yogyakarta dipimpin oleh ekonom senior, Dr. Dumairy, didampingi Ariyanto dan Arif Setyo Widodo.

Dalam kesempatan itu, tim memaparkan rancangan awal pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, penguatan daya saing UMKM, serta pengembangan pariwisata yang berpijak pada kearifan budaya daerah.

Ekonomi kreatif bukan sekadar tren, tetapi ruang bagi masyarakat untuk berinovasi dan menegaskan identitas budaya mereka. Murung Raya punya modal sosial yang kuat, dan kami ingin membantu agar potensi itu bisa memberikan manfaat ekonomi nyata,” ujar Dumairy kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).

Ia menjelaskan, Pusekra UGM tengah melakukan pemetaan potensi dan subsektor ekonomi kreatif unggulan berdasarkan sumber daya alam, budaya, serta inovasi masyarakat. Kajian tersebut juga mencakup analisis daya saing dan strategi pasar agar produk lokal mampu menembus pasar regional hingga nasional.

Dokumen Rindekraf nantinya akan disusun selaras dengan RPJMD Murung Raya 2025–2029 dan mendukung misi Asta Cita pemerintah pusat,” jelasnnya.

Baca juga: Dinas Pendidikan Sleman Siapkan Anggaran Rp 7,5 Miliar untuk Beasiswa Pendidikan Dasar Tahun 2025

Lebih lanjut, Dumairy mengungkapkan bahwa timnya akan melakukan pendampingan berkelanjutan melalui workshop, FGD, dan pelatihan bagi pelaku usaha serta perangkat daerah.

"Kami percaya, dengan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Murung Raya, Andri Raya, menilai kerja sama ini sebagai langkah penting dalam mewujudkan kebijakan pembangunan berbasis riset akademik.

Murung Raya memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif. Dengan pendampingan dari Pusekra UGM, kami berharap rencana ini bisa menjadi peta jalan yang konkret untuk membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan mengembangkan pariwisata berbasis budaya lokal,” tutur Andri.

Baca juga: UGM Dorong Transformasi Pendidikan SDM Kehutanan di Era Industri Hijau dan Digital

Kepala Bapperida Murung Raya, Reyzal Samat, menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi dalam penyusunan dokumen perencanaan akan memastikan hasil yang komprehensif dan aplikatif. Ia berharap ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak baru pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kami tidak ingin perencanaan hanya berhenti di atas kertas. Dengan dukungan tim dari UGM, kami yakin hasilnya bisa langsung diimplementasikan dalam program pembangunan daerah,” kata Reyzal. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kolaborasi Pusekra UGM Bersama Pemkab Murung Raya Susun, Dorong Kembangkan Induk Ekonomi Kreatif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!