Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 14:35 WIB

UGM Dorong Transformasi Pendidikan SDM Kehutanan di Era Industri Hijau dan Digital

UGM Dorong Transformasi Pendidikan SDM Kehutanan di Era Industri Hijau dan DigitalSeminar di UGM bertajuk UGM Dorong Transformasi Pendidikan SDM Kehutanan di Era Industri Hijau dan Digital (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi pendidikan sumber daya manusia (SDM) kehutanan agar mampu menjawab tantangan era industri hijau dan digital.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk "Reinventing Pendidikan Tinggi Kehutanan: Ilmu dan Desain Pendidikan Kehutanan Masa Depan", yang digelar di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM, belum lama ini.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, mengatakan bahwa dunia pendidikan kehutanan kini harus berevolusi untuk menghadapi perubahan besar akibat disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan pengubah paradigma dalam tata kelola sumber daya alam.

Kita tidak bisa lagi hanya menghasilkan lulusan yang kuat di ekologi atau silvikultur, tetapi juga harus adaptif, transformatif, dan peka terhadap keadilan sosial serta perkembangan teknologi informasi,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, UGM sebagai universitas nasional bertekad menjadikan pendidikan kehutanan sebagai lokomotif pembangunan berkelanjutan menuju target net zero emission 2060.

Hutan Lestari Jadi Kunci Masa Depan

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama (PPUKS) UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menilai bahwa krisis iklim, degradasi lahan, serta kehilangan biodiversitas menjadi tantangan besar yang harus dijawab dunia pendidikan tinggi.

"Kata kuncinya sederhana yakni hutan yang lestari. Tapi di balik dua kata itu, ada banyak persoalan mendasar yang perlu diselesaikan, terutama dalam sistem pendidikan kehutanan kita,” tegas Danang.

Sementara itu, Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM, Prof. San Afri Awang, menyoroti perlunya pembaruan paradigma pendidikan kehutanan di tengah perubahan sosial-ekologis yang cepat. Ia memperkenalkan konsep post-reality atau “posrealitas”, yakni kondisi ketika realitas alami mulai bercampur dengan simulasi dan dunia digital.

Sekarang kita hidup di era di mana hutan bisa terlihat hijau di layar, padahal rusak di lapangan. Dunia kehutanan harus waspada agar tidak terjebak manipulasi data dan simulasi digital,” ungkap San Afri.

Baca juga: Alasan PSKP UGM Nilai Keterlibatan TNI dalam RUU KKS Ancam Supremasi Sipil dan Demokrasi

San Afri juga menekankan dua fondasi penting dalam pengembangan ilmu kehutanan, yakni filsafat hidup, yang menumbuhkan kesadaran hidup selaras dengan alam, dan filsafat akademik yang membangun ilmu berbasis budaya serta pengalaman ekologis lokal Indonesia.

BP2SDM KLHK Siapkan Transformasi SDM Kehutanan

Kepala BP2SDM Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indra Exploitasia, menegaskan pentingnya transformasi sistem pengembangan SDM kehutanan agar tidak lagi sekadar menjadi supporting system, tetapi menjadi bagian inti dari pengelolaan kehutanan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UGM Dorong Transformasi Pendidikan SDM Kehutanan di Era Industri Hijau dan Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!