Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 15:40 WIB

Bupati Halim : Konsep “Kuntul Gunung” Untuk Kembangkan Kawasan Pansela DIY Jadi Pengelolaan Wisata "Satu Pintu"

Bupati Halim : Konsep “Kuntul Gunung” Untuk Kembangkan Kawasan Pansela DIY Jadi Pengelolaan Wisata Satu PintuPotret Pantai Parangtritis, Bantul, DIY. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dalam memperkuat kerja sama antarwilayah pesisir selatan melalui gagasan poros “Kuntul Gunung yang melibatkan tiga kabupaten, yakni Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.

Menurut Abdul Halim, gagasan ini merupakan bentuk koordinasi dan kolaborasi untuk mempercepat pengembangan kawasan Pantai Selatan (Pansela) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ya kita ini kan sudah merintis namanya Kuntul Gunung. Kalau poros utara sampai selatan itu namanya Kartomantul (Yogyakarta, Sleman, Bantul) untuk pengelolaan sampah, itu Kartomantul. Terus kita sudah kira-kira ya lima tahun yang lalu bersama Bupati saat itu Pak Sunaryanto, saya dan Pak Tejo itu mewacanakan ada poros Kuntul Gunung (Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul). Jadi dua poros ini Bantul ikut semua,” ujarnya usai meninjau Jembatan Pandansimo bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Menko AHY, Kamis (9/10/2025).

Ia juga menjelasakan bahwa poros Kuntul Gunung dibentuk untuk memperkuat sinergi tiga kabupaten yang memiliki wilayah pesisir.

"Nah ini tujuannya apa Kuntul Gunung itu? Untuk koordinasi dan kerja sama pengembangan Pansela. Karena tiga kabupaten ini yang memiliki pantai. Nah ya sebagai wacana ini mesti harus ditindaklanjuti dengan diskusi-diskusi lebih fokus begitu,” jelasnya.

Abdul Halim menambahkan, gagasan ini sejalan dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengenai posisi Pansela sebagai “teras depan” Yogyakarta.

Jadi ini kan oleh Ngarsa Dalem, Pansela kita ini kan teras depan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ya kan, teras depan Yogyakarta itu Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, Jogja madep ngidul. Nah kami-kami ini, para pimpinan daerah ini, ya mesti merespon kersani Ngarso Dalem itu, Yogyakarta madep ngidul itu dengan menata pariwisata,” terangnya.

Lebih lanjut, Abdul Halim menyampaikan bahwa saat ini terdapat tiga proyek strategis nasional (PSN) yang melintasi wilayah Bantul dengan total nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun.

Alhamdulillah ini tiga proyek nasional strategis, Jembatan Pandansimo, Jembatan Kretek 2, dan Kelok 23, tiga-tiganya melintasi Bantul. Dan itu tiga itu nilainya sekitar 1,5 T, bayangkan. 1,5 T itu masuk dan melintas di Bantul,” ungkapnya.

Sehingga, dengan adanya proyek-proyek tersebut, Bantul diharapkan dapat semakin mengoptimalkan potensi delapan pantai yang dimilikinya.

Nah Bantul tentu sangat diuntungkan dengan proyek strategis nasional karena ada sekitar delapan pantai kita. Kita punya delapan pantai, mulai Pandansimo sampai Kretek, pantai-pantai yang dikasih nama orang dan itu menjadi CBT (Community Based Tourism/Pariwisata Berbasis Komunitas) yang lalu disahkan oleh pemerintah kabupaten,” paparnya.

Baca juga: Akan Dihitung Absen, UNY Buka Suara Soal Status Mahasiswa Perdana Ari yang Ditangkap Polda DIY Atas Dugaan Pembakaran Saat Aksi Akhir Agustus 2025

Meski demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah dalam penataan kawasan pantai di wilayahnya.

"Nah ini kan harus menata diri nih pantai-pantai kita ini kan belum tertata dengan bagus. Nah langkah pertama pemerintah apa? Salah satunya menata TPR-TPR itu, nanti akan banyak TPR,” kata Halim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bupati Halim : Konsep “Kuntul Gunung” Untuk Kembangkan Kawasan Pansela DIY Jadi Pengelolaan Wisata "Satu Pintu"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!