JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengukuhkan Prof. Ir. Subagyo, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dosen Fakultas Teknik, sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Manajemen Produk. Pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM pada Selasa (7/10/2025) ini menandai pengakuan atas kontribusi Prof. Subagyo dalam pengembangan ilmu manajemen produk yang berfokus pada kreativitas dan inovasi.
Dalam pidato pengukuhannya yang bertajuk “Manajemen Produk: Mengelola Kreativitas untuk Kebaikan dan Kesejahteraan”, Prof. Subagyo mengawali dengan menyoroti kemajuan pesat teknologi komunikasi dan informasi yang telah mempermudah transfer pengetahuan serta mempercepat proses produksi. Namun, ia mengingatkan bahwa efisiensi produksi massal tanpa diiringi inovasi dan diferensiasi hanya akan menjadikan produk sebagai komoditas biasa.
“Penguasaan teknologi produksi yang cepat tersebar membuat banyak perusahaan mampu memproduksi secara massal dengan efisiensi serupa, sehingga produk cenderung terdegradasi menjadi komoditas biasa,” ujarnya.
Prof. Subagyo menekankan pentingnya menjaga keunggulan kompetitif produk dengan tidak hanya mengandalkan fungsi dasar, tetapi juga memperhatikan aspek non-fungsional seperti brand, estetika, hingga nilai budaya yang melekat. Menurutnya, aspek-aspek ini memberikan nilai dan identitas kuat bagi konsumen.
Baca juga: Dihadapan Civitas UGM, Menko AHY Tekankan Pembangunan Harus Kurangi Ketimpangan Antarwilayah
Ia juga menyoroti dinamika industri modern yang memaksa perusahaan untuk mempercepat peluncuran produk baru akibat semakin singkatnya masa hidup produk di pasar. Untuk itu, Prof. Subagyo merekomendasikan penerapan konsep rekayasa simultan (concurrent engineering), di mana tahap perancangan, pengujian, dan produksi dilakukan secara paralel agar produk dapat diluncurkan lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas.
“Dengan cara ini, analisis kelayakan investasi tidak hanya dilakukan per produk, tapi secara keseluruhan untuk produk-produk yang dikembangkan secara paralel,” jelasnya.
Selain itu, Prof. Subagyo mengingatkan tantangan lingkungan yang muncul dari pola konsumsi masyarakat yang cenderung memilih produk sekali pakai demi kepraktisan. Ia mengusulkan kebijakan ekonomi berupa "cukai sampah" bagi produk yang berpotensi menimbulkan limbah sebagai langkah mendorong inovasi produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Baca juga: Dukung Kompetensi Mahasiswa Siap Kerja, LSP UGM Serahkan 134 Sertifikat Asesor untuk Dosen
Sebagai penutup, Prof. Subagyo menegaskan peran penting insinyur teknik industri yang tidak hanya bertanggung jawab atas efisiensi produksi, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan produk yang lebih produktif dan inovatif. Ia menekankan perlunya sinergi erat antara insinyur dan perancang produk untuk menciptakan sistem sosio-teknikal yang mampu menghadapi perubahan cepat di dunia industri.
"Kerja kreatif keinsinyuran harus terus dikembangkan sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail