Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 19:45 WIB

Berisiko Tinggi, Dosen UGM Desak Inspeksi dan Dekontaminasi Radiasi Cesium-137 di Cikande

Berisiko Tinggi, Dosen UGM Desak Inspeksi dan Dekontaminasi Radiasi Cesium-137 di CikandeRadioaktif Cesium-137 yang ditemukan pada udang beku ekspor dari kawasan industri di Cikande, Serang, Banten. (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Kasus kontaminasi radioaktif Cesium-137 yang ditemukan pada udang beku ekspor dari kawasan industri di Cikande, Serang, Banten, menuai keprihatinan kalangan akademisi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Drs. Gede Bayu Suparta, M.S., Ph.D., menilai situasi ini sebagai kondisi yang berisiko tinggi dan mendesak dilakukan inspeksi serta dekontaminasi menyeluruh.

Temuan zat radioaktif ini diduga kuat berasal dari aktivitas industri peleburan logam di kawasan tersebut. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 15 orang telah terdeteksi positif terpapar Cesium-137.

"Cesium-137 ini termasuk radiasi nuklir karena menghasilkan radiasi gamma. Berbeda dengan sinar-X yang cenderung lebih aman, radiasi ini lebih berbahaya karena berasal dari material dan bisa tersebar ke mana-mana. Umur paruhnya bisa mencapai 30 tahun,” jelas Prof. Bayu saat ditemui, Selasa (7/10/2025).

Baca juga: 116 Pengamen di Kota Yogya Telah Dimoratorium, Pengamen Bandel Akan Dikenakan Sanksi, Walikota Hasto: "Kalau Masih Nekat, Tangkap"

Ia menambahkan bahwa kontaminasi ini tidak bisa dianggap enteng, mengingat radiasi tidak dapat dilihat secara kasat mata. Oleh karena itu, diperlukan inspeksi menggunakan alat khusus seperti survey meter untuk mendeteksi titik-titik radiasi di lokasi.

Kalau ada sumber radiasi, diarahkan ke situ, maka radiasinya akan bunyi. Dari situ kita tahu harus dilakukan dekontaminasi,” ujarnya.

Menurut Prof. Bayu, langkah utama yang harus diambil untuk mereduksi paparan adalah dengan mengidentifikasi sumber penyebaran radiasi secara tepat. Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan sistem mutu Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) yang ketat dalam setiap proses produksi, terutama yang berkaitan dengan logam dan bahan mentah dari alam.

Kalau suatu objek sudah mengandung radiasi, pilihannya dua: berhenti atau lanjut dengan risiko. Bisa saja sampai pada keputusan penghentian operasional,” tegasnya.

Baca juga: Ambruknya Mushola Ponpes Al Khoziny, Dosen UGM Desak Evaluasi Konstruksi Bangunan Sekolah dan Pesantren Segera

Meski mengakui bahwa radiasi pada dasarnya memiliki manfaat dalam berbagai bidang seperti medis dan industri, Prof. Bayu menegaskan bahwa tidak semua jenis radiasi bisa dikendalika terutama Cesium-137.

Manusia tidak bisa mengetahui suatu benda terpapar radiasi atau tidak tanpa alat. Terutama jika materialnya berasal dari tanah. Begitu dilakukan inspeksi, kalau terbukti ada radiasi, maka harus waspada. Semua ini butuh kewaspadaan,” pungkasnya.

Hingga kini, pemerintah masih terus melakukan investigasi terhadap sumber utama kontaminasi dan dampak lingkungannya. Sementara itu, pemantauan kesehatan terhadap warga yang terpapar akan dilakukan secara berkala, dengan langkah-langkah penanganan melalui dekontaminasi dan pengobatan khusus. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Berisiko Tinggi, Dosen UGM Desak Inspeksi dan Dekontaminasi Radiasi Cesium-137 di Cikande

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!