Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 14:55 WIB

Dies Natalis ke-79, Fakultas Farmasi UGM Genjot Transformasi Pendidikan dan Standardisasi Inovatif

Dies Natalis ke-79, Fakultas Farmasi UGM Genjot Transformasi Pendidikan dan Standardisasi InovatifDies Natalis 2025 FMIPA UGM (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan Dies Natalis ke-79 dengan menggelar Rapat Senat Terbuka bertema “Transformasi Farmasi: Inovasi, Kolaborasi dan Keberlanjutan” belum lama ini di Auditorium Fakultas Farmasi UGM. Perayaan ini menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi farmasi yang unggul dan adaptif terhadap dinamika global.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dalam sambutannya mengapresiasi capaian Fakultas Farmasi yang berhasil menempati peringkat pertama dalam EduRank Best Universities for Pharmacy 2025. Ia juga memberi penghargaan khusus kepada dua dosen fakultas tersebut yang masuk dalam daftar Top 2 percent World Scientist 2025.

Transformasi adalah keniscayaan dalam ilmu farmasi, apalagi di tengah perubahan ekosistem global yang sangat cepat. Fakultas Farmasi UGM menunjukkan kemampuan adaptif yang luar biasa dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan masa depan,” ujar Ova.

Lebih lanjut, Ova menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata dari komitmen Fakultas Farmasi dalam mewujudkan visi sebagai pelopor pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak.

Baca juga: Depo Mandala Krida Kota Yogya Semakin Membludak, Seluruh OPD Kini Jadi "Dinas Lingkungan Hidup"

Prestasi-prestasi ini menunjukkan dedikasi dan integritas sivitas akademika Fakultas Farmasi dalam menjawab tantangan masa depan,” jelas Ova.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kukuh S. Achmad, Analis Standardisasi Ahli Utama Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus alumnus Fakultas Farmasi UGM angkatan 1983, yang menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Standardisasi dan Transformasi Farmasi”. Ia menekankan pentingnya peran standardisasi dalam membangun kualitas pendidikan dan riset di bidang farmasi.

Tiga pilar infrastruktur mutu nasional standardisasi, penilaian kesesuaian, dan metrologi merupakan fondasi penting dalam transformasi farmasi. Pengenalan konsep standardisasi sejak di bangku kuliah adalah langkah strategis untuk memperkuat kompetensi lulusan,” jelas Kukuh.

Baca juga: Cerita Ibu Tunggal Menjadi Mahasiswa Double Degree UGM Raih Penghargaan di Konferensi Mikrobiologi Bergengsi di Jerman

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si., dalam laporan kinerjanya menyampaikan bahwa delapan dari sepuluh indikator kinerja, khususnya di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), kerja sama, dan alumni, telah tercapai, bahkan beberapa melebihi target hingga 100 persen.

Kami optimistis pencapaian ini masih akan terus bertambah hingga akhir tahun 2025. Laporan ini kami harap menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus melaju, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor,” tandas Satibi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dies Natalis ke-79, Fakultas Farmasi UGM Genjot Transformasi Pendidikan dan Standardisasi Inovatif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!