Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 23 JULI 2025 • 15:15 WIB

Terapkan Sistem Padat Karya, Pemkot Yogya Uji Coba Pemilahan Sampah di Depo

Terapkan Sistem Padat Karya, Pemkot Yogya Uji Coba Pemilahan Sampah di DepoPotret gunungan sampah di Kota Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah menguji coba sistem pemilahan sampah langsung di tempat penampungan sementara (depo) dengan melibatkan tenaga padat karya. Uji coba tersebut dilakukan di empat titik depo yakni Mandala Krida, Lapangan Karang, THR Purawisata, dan Depo Kotabaru yang mencakup 21 kelurahan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan langkah ini diambil untuk menekan volume sampah yang dibawa ke Unit Pengelolaan Sampah (UPS). Tenaga pemilah dikerahkan di setiap titik depo untuk memilah sampah organik, anorganik, dan residu.

Pemilahan ini dilakukan agar beban ke UPS bisa berkurang. Nanti dari hasil uji coba ini akan dilihat sejauh mana penurunan volume sampah yang terjadi,” ujar Hasto dalam keterangan pers di Balai Kota, Selasa (22/7/2025).

Salah satu pendekatan menarik yang diterapkan berada di Depo Kotabaru. Di sana, Pemkot mulai menguji sistem penghargaan atau reward kepada para penggerobak. Mereka diberi insentif jika sampah yang dibawa benar-benar bersih dari plastik.

Ada 15 penggerobak yang kami beri ketentuan tidak membawa selembar plastik pun. Kalau mereka berhasil, akan diberikan apresiasi. Ini upaya mengintegrasikan pemilahan dari tingkat rumah tangga, ke penggerobak, hingga depo,” jelas Hasto.

Baca juga: Kisah Puspa, Wanita Asal Yogya Jadi Korban Penipuan Kerja Migran Ilegal: Dipaksa Jadi Scammer di Kamboja, Target Tipu 300 WNI Per Bulan

Ia mencontohkan keberhasilan program serupa di wilayah Kemantren Pakualaman. Di sana, budaya memilah sampah sudah terbentuk sejak dari rumah. Bahkan para penggerobak menolak mengangkut sampah jika belum dipilah.

Dampaknya sangat signifikan. Dari biasanya 8 ton per hari, sekarang turun drastis menjadi 2,5 sampai 3 ton. Ini bukti bahwa pemilahan sampah dari hulu bisa berhasil,” tandas Hasto.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono menambahkan, volume sampah di Kota Yogyakarta per hari mencapai 250 hingga 260 ton. Sementara kemampuan pengolahan hanya 190 sampai 200 ton per hari. Artinya, perlu pengurangan sekitar 60 sampai 70 ton per hari dari sumbernya.

"Strateginya adalah pemilahan lanjutan di depo. Sampah residu dibawa ke UPS, anorganik ke Bank Sampah Induk, dan organik ke mitra pengolah. Dari uji coba di tiga titik depo, sampah yang dibawa ke UPS turun antara 0,7 sampai 1 ton per hari,” jelas Agus.

Sementara di Depo Kotabaru, hasilnya bahkan lebih besar. Pengurangan volume sampah yang dibawa ke UPS mencapai 1 sampai 1,3 ton per hari, berkat sampah yang sudah terpilah sejak dari penggerobak.

"Kalau dari rumah sudah dipilah, lalu dibawa penggerobak juga dalam kondisi terpilah, hasilnya sangat terasa. Sampah plastik dan kaca tidak lagi masuk ke depo,” tegasnya.

Baca juga: Hasil Sidak di Pasar Prawirotaman Yogya Hari Ini Terhadap Enam Sampel Beras Premium

Agus juga menuturkan bahwa sampah anorganik bernilai ekonomis akan disalurkan ke bank sampah unit di masing-masing RW atau ke mitra daur ulang. Sedangkan sampah non-ekonomis akan dibawa ke depo oleh penggerobak menggunakan kantong hitam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Terapkan Sistem Padat Karya, Pemkot Yogya Uji Coba Pemilahan Sampah di Depo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!