Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 12 JULI 2025 • 12:00 WIB

Dinsos DIY Ungkap Siap Buka Sekolah Rakyat Secara Serempak pada Senin Besok, Salah Satunya di Bantul yang Punya Fasilitas Lapangan Tenis Ini

Dinsos DIY Ungkap Siap Buka Sekolah Rakyat Secara Serempak pada Senin Besok, Salah Satunya di Bantul yang Punya Fasilitas Lapangan Tenis IniPotrait Sekolah Rakyat (SR) 19 di wilayaj Sonosewu, Bantul, DIY. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Sekolah Rakyat (SR), program pendidikan berasrama yang digagas Presiden Prabowo Subianto dimana sebagai bentuk afirmasi bagi siswa dari keluarga miskin hingga kategori miskin ekstrim, akan resmi dibuka secara serempak pada Senin, 14 Juli 2025. Salah satu lokasi yang siap menyambut siswa adalah SR 19 wilayah Sonosewu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan kapasitas 200 siswa untuk jenjang setara SMA kelas 10. 

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis dan non-teknis telah rampung. Salah satu agenda penting yang akan dilaksanakan pada hari pertama adalah pemeriksaan kesehatan bagi seluruh siswa.

"Kami sudah siap semua. Yang pasti pada 14 Juli besok kami menghadirkan para siswa SR untuk mengikuti tes kesehatan. Tes kesehatan itu tidak menggugurkan status diterimanya mereka di SR. Walaupun ditemukan penyakit, hasil tes sebagai rujukan untuk penanganan pengobatan selanjutnya,” ujar Endang, Jumat (11/7/2025).

Pembukaan SR diawali dengan pemeriksaan kesehatan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat. Usai pemeriksaan, siswa akan mengikuti masa orientasi selama dua bulan sebagai bagian dari adaptasi terhadap sistem pendidikan berasrama dan kedisiplinan baru.

Orientasi dilakukan mulai tanggal 14. Kami sudah mengundang siswa dan orang tuanya sebanyak tiga kali sebelumnya. Itu bagian dari pengenalan. Mereka sudah tahu gedung sekolahnya, kamarnya, dan sebagainya,” tambah Endang.

Baca juga: Setengah Juta Penerima Bansos Main Judi Online, Sosiolog UGM: Mereka Korban Spiral Kekerasan Negara

Lanjut Endah menyampaikan, SR 19 telah menyiapkan fasilitas pembelajaran dan asrama, meskipun dengan model rehabilitasi bangunan, bukan pembangunan baru. Terdapat dua lokasi utama yakni di Purwomartani dan Sonosewu, masing-masing memiliki karakteristik ruang yang berbeda.

"Kalau di Purwomartani itu satu kamar dua orang. Kalau di Sonosewu, satu kamar bisa bertiga, berempat bahkan enam karena ada yang model dormitory seperti guest house. Kami menyesuaikan kondisi gedung yang ada,” pungkas Endang.

 Dinsos DIY Ungkap Siap Buka Sekolah Rakyat Secara Serempak pada Senin Besok, Salah Satunya di Bantul yang Punya Fasilitas Lapangan Tenis IniSalah satu fasilitas yang dimiliki Sekolah Rakyat 19 di Sonosewu, Bantul, DIY. (Olivia Rianjani)
Sementara itu, Calon Kepala Sekolah SR 19 Bantul, Agus Ristanto, menekankan bahwa konsep Sekolah Rakyat adalah hasil inisiasi Presiden sebagai bentuk nyata pendidikan inklusif dan berkeadilan. 

Konsep awal SR ini rintisan dari Bapak Presiden, yaitu sekolah yang menampung para siswa dari latar belakang ekonomi miskin bahkan ekstrem, berdasarkan data tunggal kesejahteraan nasional (DTSN). Sistem pendidikannya berasrama dengan kurikulum yang merujuk pada Kemendikbudristek,” ujar Agus, pada Jumat (11/7/2025).

SR 19 di Bantul sendiri akan membuka 10 rombongan belajar (rombel) dengan total 200 siswa. Para siswa tidak mendaftar secara mandiri, melainkan dipilih berdasarkan data dari Kementerian Sosial dan verifikasi dari para pendamping PKH di masing-masing wilayah. Fasilitas belajar mencakup laboratorium, perpustakaan, UKS, ruang BK, serta ruang kelas yang dilengkapi dengan kursi dan meja baru. Fasilitas olahraga seperti lapangan voli, badminton, tenis, dan futsal juga tersedia. 

Sementara untuk guru yang masuk ke SR Bantul saat ini berjumlah 19 dari formasi 20 orang. Proses seleksinya kolaborasi antara Kemendikbudristek dan Kemensos, dengan syarat utama sudah PPG dan bersertifikasi pendidik,” jelas Arif.

Selain guru, tenaga kependidikan juga diperkuat dari para pendamping PKH yang direkrut menjadi wali asrama. Menurut Agus, mereka sudah diperkenalkan dan siap mendampingi siswa sehari-hari di lingkungan asrama. 

Tanggal 14 Juli itu juga, lanjut Agus, diproyeksikan sebagai hari pertama siswa tinggal di asrama, dengan menyesuaikan kesiapan fasilitas dasar seperti tempat tidur dan makanan. Jika seluruh fasilitas dinyatakan siap, maka siswa langsung tinggal di lokasi.

Plan utamanya siswa langsung masuk asrama. Saya juga akan tidur di sini menemani mereka. Tapi jika ada yang belum siap, ada plan cadangan, siswa bisa pulang dulu dan masuk keesokan harinya,” imbuhnya.

Baca juga: Gunakan Danais, Komisi D DPRD DIY Siap Dorong Pengembangan Situs Masjid Pleret sebagai Poros Wisata Budaya Mataram Islam

Tak lupa sebagai identitas SR 19, ujar Agus, para siswa akan menerima tujuh jenis seragam yang telah disiapkan, termasuk seragam nasional, batik, olahraga, pramuka, baju tidur, hingga pakaian pesiar. Identitas lokal juga dimasukkan ke dalam pakaian seragam tersebut.

"Harapannya SR ini bukan hanya sekadar model, tapi bisa melampaui sekolah-sekolah berasrama yang sudah ada, mencetak lulusan dengan EQ, SQ, dan IQ yang tinggi,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dinsos DIY Ungkap Siap Buka Sekolah Rakyat Secara Serempak pada Senin Besok, Salah Satunya di Bantul yang Punya Fasilitas Lapangan Tenis Ini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!