Selasa, 28 JULI 2026 • 14:10 WIB

Minim Anggaran Tapi dituntut Kreatif, Dinpar Sleman Andalkan Tren Event Lari Buru 8,5 Juta Wisatawan Pada Semester 2 Tahun Ini

Author

Potret para pelari mahasiswa UMY. (Istimewa)

JOGJA - Di tengah keterbatasan anggaran promosi dan penyelenggaraan event yang dimiliki Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman, terutama memasuki semester kedua yang minim momentum libur panjang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengandalkan pengembangan sport tourism untuk mengejar target kunjungan wisatawan sebanyak 8,5 juta orang sepanjang 2026.

Salah satu agenda yang diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ialah Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K yang digelar Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta bekerja sama dengan KADIN Sleman dan Bank Mandiri. Event tersebut akan berlangsung di kawasan D'Kaliurang Camping Ground, Pakem, Sleman, Minggu (23/8/2026).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, mengatakan hingga 25 Juli 2026 realisasi kunjungan wisatawan telah mencapai 4,56 juta orang atau sekitar 53 persen dari target tahunan.

Menurutnya, memasuki paruh kedua tahun ini diperlukan terobosan untuk menjaga laju kunjungan wisata karena jumlah momentum libur panjang relatif lebih sedikit dibanding semester pertama.

"Saat ini kami dituntut untuk lebih kreatif dalam mengejar target kunjungan wisatawan. Per 25 Juli, capaian kita sudah menyentuh angka 4,56 juta orang atau sekitar 53 persen. Masuk ke semester kedua ini, pilihan ajang dan momentum liburan cenderung terbatas. Di sinilah sport tourism seperti event lari menjadi angin segar untuk mendongkrak distribusi wisatawan serta penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor hotel dan restoran," ujarnya, saat jumpa pers di Kantor BBPPMT Yogyakarta, Senin (27/7/2026).

Edy menjelaskan dampak ekonomi dari penyelenggaraan event olahraga akan jauh lebih besar apabila mampu menarik peserta dari luar daerah maupun mancanegara.

"Jika peserta ajang lari ini didominasi oleh warga lokal, dampaknya terhadap pajak hotel dan restoran tentu terbatas. Namun, apabila pesertanya berasal dari luar daerah atau bahkan mancanegara, dampaknya akan sangat signifikan dalam menggerakkan perekonomian, memperpanjang length of stay (lama tinggal), serta meningkatkan spending money (pengeluaran belanja) wisatawan di Sleman," katanya.

Karena itu, menurut Edy, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata, termasuk melalui penyelenggaraan Transmigrasi Festival 2026.

"Jadi, diharapkan tren sport tourism dan maraknya kegiatan lari saat ini dapat memberikan dampak multiplier effect bagi perekonomian lokal, mulai dari tingkat okupansi hotel hingga lama tinggal wisatawan," ujarnya.

Meski belum dapat memberikan dukungan anggaran besar, Dinas Pariwisata Sleman akan mendukung penyelenggaraan event melalui promosi, fasilitasi, serta kajian terhadap regulasi perizinan dan retribusi.

"Meski kontribusi awal kami belum besar, kami juga siap memfasilitasi kebutuhan ajang serta mengkaji regulasi perizinan dan retribusi agar tetap rasional, ramah bagi penyelenggara, serta menarik minat masyarakat dan peserta untuk berpartisipasi secara antusias. Kalau berkaitan khusus dengan Fun Run ini kami juga tidak memiliki kontribusi yang besar tapi kita terus berupaya nantinya ada beberapa hal fasilitas agar daya tariknya peserta seperti retribusi dan sebagainya jadi distribusinya itu tidak terlalu tinggi," katanya.

Sehingga, ia berharap dukungan lintas sektor terhadap sport tourism terus berlanjut agar kualitas penyelenggaraan event semakin meningkat.

"Dinas Pariwisata Sleman tidak memiliki anggaran yang signifikan untuk melaksanakannya. Justru temen-temen dari lintas sektor bisa mendapatkan dukungan dari teman-teman lintas sektoral lain. Sehingga, diharapkan program ini terus berlanjut secara konsisten ke depannya," tutur Edy.

Selain itu, Edy menilai sport tourism juga menjadi strategi pemerataan destinasi wisata, khususnya di wilayah utara dan barat Sleman.

"Jika pengembangan Sleman sisi timur sudah relatif memadai, kini saatnya kita menggenjot daya tarik wisata di wilayah utara dan barat melalui sport tourism," tandasnya.

Baca juga: Pemula Sampai Profesional Bisa Ikut! UGM Trail Run 2026 Pada September Mendatang Tawarkan Sensasi Lari Malam "Background" Lahar Pijar Merapi

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Abu Bakar, menilai semakin banyaknya event olahraga yang digelar di Sleman terbukti mampu menciptakan perputaran ekonomi yang besar.

Menurutnya, selain Transmigrasi Festival 2026 Fun Run, dalam waktu berdekatan juga akan digelar Sleman Temple Run, BPD Jateng Run, BPD DIY Run, serta sebelumnya telah berlangsung Mandiri Jogja Marathon.

"Padahal kemarin baru saja ada Mandiri Jogja Marathon, lalu nanti juga ada BPD Jateng Run dan BPD DIY Run. Alhamdulillah, banyaknya event lari di Sleman sangat berhubungan dengan pengembangan sport tourism. Efek multiplier-nya sangat signifikan terhadap peningkatan perputaran uang di wilayah Sleman," kata Abu Bakar.

Ia mengatakan penyelenggaraan event olahraga mendorong wisatawan menginap lebih lama sehingga memberikan manfaat bagi sektor transportasi, perhotelan, kuliner hingga pelaku UMKM.

"Karena secara logika kita yang mau ajak seseorang/banyak orang buat ke Sleman pasti nginepnya minimal 2 hari disini. Setelah transportasi hidup, penginapan hidup semuanya akan hidup pasti secara langsung sesungguhnya di wilayah sekitar akan jadi hidup," ujarnya.

Kendati demikian, Abu Bakar juga menilai berbagai event publik, baik festival musik maupun olahraga, juga berperan membangun citra positif Kabupaten Sleman di mata masyarakat luar sehingga berdampak pada sektor investasi, pendidikan, dan pariwisata.

"Kemarin juga Prambanan Jazz yang luar biasa seperti tahun kemarin di wilayah Sleman. Kenapa? Karena minimal memberikan rasa trust masyarakat luar. Masyarakat luar melihat Sleman ternyata nyaman, Sleman ternyata enak buat wisata, Sleman ternyata luar biasa. Jadi kenapa trust itu perlu? Trust itu perlu untuk investasi, trust itu perlu untuk meningkatkan wisata, trust itu perlu untuk pendidikan. Jadi itu secara langsung akan menimbulkan nilai tambahnya adalah kepercayaan masyarakat luar terhadap wilayah Sleman," pungkasnya.

Baca juga: Dihadiri Menteri, Fun Run Transmigrasi Festival 2026 Siap Digelar di Kaliurang Bertabur Puluhan Hadiah Kulkas : Kategori Tiket Pelajar Hingga Couple

Sebagai informasi, Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K akan digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026 mulai pukul 06.00 WIB di D'Kaliurang Camping Ground, Pakem. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan program Summer Course bagi mahasiswa asal Jerman pada 1 - 14 Oktober 2026 yang dipadukan dengan Festival Produk Lokal dan Festival Muda. Seluruh rangkaian akan ditutup pada peringatan Hari Bhakti Transmigrasi, 12 Desember 2026.

Panitia membuka pendaftaran dengan tiga kategori, yakni pelajar Rp125.000 per orang, couple Rp150.000 per orang (pendaftaran berpasangan), dan kategori umum Rp175.000 per orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU