Senin, 27 JULI 2026 • 19:50 WIB

Mahasiswa UGM Sulap Permen Karet Jadi Pemulih Sakit Gigi dan Anti-Karies

Author

Sekelompok mahasiswa UGM yang menciptakan obat pemulih sakit gigi dengan inovasi permen karet. (Istimewa)

JOGJA - Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan inovasi unik untuk menjaga kesehatan gigi masyarakat. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026, mereka mengembangkan ChewMelo, produk permen karet fungsional yang dirancang khusus untuk memulihkan email gigi sekaligus mencegah karies.

Baca juga: UGM Resmikan Sekolah Berkuda Terbuka Umum Salah Satunya Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

Inovasi ini memanfaatkan kombinasi nano-fluorapatit (nFAp) dan eritritol. Uniknya, nano-fluorapatit disintesis menggunakan pendekatan green synthesis berbahan dasar alga cokelat. Bahan aktif ini berfungsi sebagai pemasok ion kalsium, fosfat, dan fluorida untuk proses remineralisasi email gigi. Sementara itu, eritritol digunakan sebagai pemanis ramah gigi dan pencernaan yang ampuh menekan pertumbuhan bakteri jahat di mulut.

Pengembangan ChewMelo dipicu oleh tingginya kasus gigi berlubang di Indonesia, khususnya pada kelompok usia remaja dan dewasa muda. Tim UGM menilai perlunya metode pencegahan yang praktis dan menyatu dengan gaya hidup harian.

Inovasi lintas disiplin ini digawangi oleh Achmad Musa Nurhadi (Kedokteran Gigi), Dimar Raihan Ganendra Putra (Farmasi), Fajar Sindu Aji (Kedokteran), Najwa Laili Fajri (Teknik Kimia), dan Tsabita Puan Najla (Kedokteran Gigi) di bawah bimbingan Dr. drg. Dyah Anindya Widyasrini, M.D.Sc.

Ketua Tim ChewMelo, Achmad Musa Nurhadi, menjelaskan bahwa pemilihan permen karet didasari oleh popularitas makanan ringan tersebut di kalangan anak muda.

"Kami ingin menghadirkan solusi yang dekat dengan kebiasaan masyarakat sehingga mudah diterapkan. Permen karet merupakan produk yang disukai dan sering dikonsumsi remaja, sehingga memiliki potensi menjadi sarana penghantaran bahan aktif untuk menjaga kesehatan gigi secara lebih praktis," ujar Achmad, Senin (27/7/2026).

Untuk membuktikan efektivitasnya, tim telah menguji sampel ChewMelo di dua laboratorium berbeda. Uji antibakteri di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi UGM mencatat adanya penurunan populasi bakteri Streptococcus mutans, mikroorganisme utama penyebab karies.

Baca juga: Siswa Korban Bullying Nekat Bawa Bom ke Sekolah, Sosiolog UGM: Alarm Keras Sistem Pendidikan Kita

Di sisi lain, pengujian di Laboratorium Bahan dan Produksi Sekolah Vokasi UGM memperlihatkan bahwa aplikasi eluen permen karet selama tujuh hari berhasil meningkatkan kekerasan email gigi serta mempertahankannya meski melalui proses pH cycling.

"Temuan ini menunjukkan bahwa permen karet tidak hanya berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies, tetapi justru membantu mendukung proses remineralisasi gigi," pungkas Achmad.

Meski sempat menghadapi tantangan teknis dalam menjaga tekstur permen tetap elastis dan nyaman dikunyah tanpa merusak efektivitas bahan aktif, tim terus merampungkan riset lanjutan terkait pelepasan ion. Riset ini dipersiapkan untuk melangkah ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU