Rabu, 22 JULI 2026 • 15:45 WIB

Kontroversi Pelarangan Event JLFR di Sumbu Filosofis Jogja, Hasto Wardoyo : Kita Membersamai Naik Sepeda Bareng

Author

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan tidak akan melarang gelaran Jogja Last Friday Ride (JLFR), hal ini lantaran menyikapi dinamika yang ada dengan pendekatan persuasif. Terutama, di Malioboro pun dipastikan tetap terbuka bagi para peserta pesepeda dari berbagai penjuru.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa jajaran Pemkot Yogyakarta bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut baik kegiatan tersebut tanpa menerapkan pengamanan khusus.

"Ya hasilnya kan biasa saja bahwa kita menyiapkan diri kan pemerintah kota bersama Forkompinda kan menerima dengan baik, tidak ada masalah, tidak ada pelarangan," ujarnya, saat ditemui di Yogyakarta, Selasa (21/7/2026).

Hasto menjelaskan bahwa pergerakan peserta JLFR dapat mengakses kawasan Kota Yogyakarta dari berbagai penjuru wilayah tetangga. Oleh karena itu, skema lalu lintas dan akses jalan tetap dibuka seperti biasa.

"Kan rute kan bisa masuk dari mana saja, bisa dari arah Bantul, dari arah Kulon Progo, dari arah Sleman, dari arah Timur, semua jalur itu bisa masuk," jelasnya.

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 di Kota Jogja Resmi Dimulai, Hasto Wardoyo : Data Rahasia, Bukan untuk Pajak

Terkait akses di kawasan ikonik Kota Yogyakarta, Hasto menegaskan bahwa jalan utama tidak akan ditutup untuk rombongan pesepeda termasuk kawasan Malioboro tetap beroperasi normal.

"Terbuka, terbuka," tegasnya.

Terkait langkah antisipasi dan pengamanan di lapangan, Pemkot Yogyakarta memilih untuk tidak menerjunkan personel dalam bentuk penjagaan ketat. Sebaliknya, Pemkot akan menerjunkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut serta dalam rombongan pesepeda (membersamai).

"Tidak ada skema yang khusus itu, tidak ada. Yang jelas kita akan lebih banyak membersamai mereka," tutur Hasto.

Ia menjelaskan bahwa skema membersamai tersebut bakal melibatkan beberapa instansi teknis terkait untuk menciptakan suasana yang kondusif di jalan raya.

"Ya nanti lihat situasi. Tapi bagi kami memang kami akan membersamai. Ya membersamai itu ya misalkan namanya membersamai ya mungkin teman-teman itu bisa bersama-sama. Sama-sama mungkin dari teman OPD, dari OPD, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan, atau mungkin teman-teman yang terkait dengan Malioboro, apa itu kan bisa membersamai. Membersamai itu ya naik sepeda bareng, kan itu," jelasnya.

Baca juga: Alasan Jogja Disebut Pusat Gerakan Budaya dan Dakwah di Padhang Bulan Fest 2026, Salah Satunya Jadi Harapan Baru Indonesia

Kendati demikian, langkah ini diharapkan dapat menjaga ketertiban lalu lintas sekaligus menjalin komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah dan komunitas pesepeda di Yogyakarta.

"Ya menerjunkannya itu ya dalam bentuk membersamai itu saja, membersamai itu ya naik sepeda bareng, membareng ya, membersamai lah," pungkas Hasto.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU