354 Jemaah Haji Kloter 1 Masuk Embarkasi DIY Hari Ini, Langsung Terima Kartu Nusuk dan Living Cost 750 Riyal
JOGJA - Gelombang pertama jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi memasuki asrama embarkasi, Selasa (21/4/2026). Sebanyak 354 jemaah asal Kabupaten Kulon Progo, didampingi 6 petugas, tiba dengan selamat untuk menjalani serangkaian prosedur final sebelum diterbangkan ke Tanah Suci.
Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji (Kemenhaj) DIY, Jauhar Mustofa, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema khusus untuk menyambut kedatangan jemaah guna memastikan kenyamanan dan kelancaran proses administrasi.
"Alhamdulillah, pagi hari ini kloter pertama datang di embarkasi dari Kabupaten Kulon Progo sejumlah 354 jemaah dan 6 petugas sehingga satu kloter 360," ujar Jauhar kepada wartawan di lokasi kedatangan.
Untuk mengantisipasi kepadatan di area drop-off, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menerapkan sistem pemisahan pintu masuk berdasarkan nomor rombongan.
"Alhamdulillah ini proses ya baru proses ini penurunan jemaah dari bis sampai di rombongan-rombongan bis nanti akan kita terima di sini dan kami sudah atur rombongan genap melalui pintu kanan sedangkan rombongan ganjil melalui pintu kiri ini agar tidak terjadi kemacetan, kecrowdedan dalam menerima. Mereka semua nanti akan kita terima di gedung kedatangan yaitu di ballroom hotel ini," jelas Jauhar.
Setelah proses penyambutan, para jemaah langsung menjalani pemeriksaan kesehatan akhir oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dan Dinas Kesehatan. Tahapan kemudian dilanjutkan ke layanan One Stop Service (OSS).
Jauhar menyampaikan, layanan OSS ini mencakup verifikasi dokumen penting seperti paspor, visa, dan pembagian boarding pass. Namun, yang berbeda pada tahun ini adalah pembagian Kartu Nusuk yang dilakukan langsung di embarkasi, bukan lagi saat tiba di Arab Saudi.
"Dan setelah mereka menjalani pemeriksaan kesehatan mereka akan melalui proses one stop service namanya. Jadi setiap embarkasi memang di Indonesia ini menerapkan one stop service layanan bagi jemaah haji," tuturnya.
Terkait "Kartu Nusuk", Jauhar memuji langkah pemerintah yang mempercepat distribusi Kartu Nusuk sebagai inovasi besar tahun ini.
"Hari ini memang syarikat raken yang melayani embarkasi ini akan memberikan kartu nusuk di sini ini luar biasa, inovasi luar biasa terobosan luar biasa dari pemerintah tahun ini yang kartu nusuknya diberikan di tanah air atau di embarkasi sebelum jemaah berangkat," katanya.
Karena itulah, Jauhar mengingatkan jemaah agar menjaga Kartu Nusuk tersebut dengan sangat hati-hati. Mengingat regulasi ketat Pemerintah Arab Saudi, kartu ini menjadi syarat mutlak bagi jemaah untuk dapat menjalankan ibadah dan beraktivitas di sana.
"Karena kartu nusuk ini merupakan SIM-nya ya SIM-nya jemaah, tanpa kartu nusuk ini mereka tidak bisa beraktivitas apapun di sana karena ini pemerintah Arab Saudi sudah sangat-sangat memperketat harus visa haji yang boleh berhaji, selain visa haji tidak boleh. Makanya kartu nusuk ini menjadi hal yang luar biasa yang harus dimiliki, dipegangi oleh jemaah nah mereka akan nanti diberikan di sini langsung diaktifkan," tegasnya.
Selain itu, melalui layanan OSS, jemaah juga menerima biaya hidup (living cost) serta paket kesehatan sebelum masuk ke kamar hotel untuk beristirahat.
"Kemudian mereka mendapatkan hak living cost 750 riyal, kemudian mereka mendapatkan gelang identitas, mendapatkan alat pelindung kesehatan, satu tas alat pelindung kesehatan. Itu yang nanti akan diberikan oleh pihak kepada setiap jemaah yang datang sini lalu setelah itu kunci kamar diberikan kepada jemaah lalu mereka istirahat di kamar," pungkas Jauhar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung