JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar pengajian pamitan calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (15/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, disampaikan sejumlah persiapan keberangkatan, termasuk adanya keterlambatan distribusi koper jemaah dari pihak maskapai.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Yogyakarta, Irfan Zaenudin, menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji tidak hanya sebatas ibadah ritual, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi umat dan bangsa.
"Penyelenggaraan haji tidak hanya sebagai ritual ibadah tetapi juga membawa nilai strategis dalam pemenangan umat dan bangsa," ujarnya dihadapan calon jamaah.
Ia menyebutkan, terdapat tiga indikator sukses dalam penyelenggaraan haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.
"Tiga sukses tersebut yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses peradaban dan keadaban," katanya.
Menurutnya, sukses ritual berarti seluruh prosesi ibadah berjalan sesuai syariat Islam dengan aman dan nyaman.
"Kementerian Haji dan Umroh memastikan seluruh prosesi ibadah haji berjalan sesuai syariat Islam dengan penyelenggaran yang aman, nyaman dan efisien," ucapnya.
Sementara itu, sukses ekonomi diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi UMKM dan perekonomian daerah.
"Kemudian terkait dengan sukses ekosistem ekonomi haji yakni mendorong penyelenggaran haji mampu memberi dampak positif terhadap perekonomian," imbuh Irfan.
Adapun sukses peradaban dan keadaban dimaknai sebagai upaya memperkuat persaudaraan dan nasionalisme.
"Momentum haji sebagai sarana memperkuat konsep persaudaraan dan ikatan kebangsaan," tuturnya.
494 Jemaah Terbagi 4 Kloter
Lebih lanjut, Irfan melaporkan jumlah jemaah haji Kota Yogyakarta tahun ini sebanyak 494 orang yang terbagi dalam empat kloter.
"Izin kami laporkan jumlah jama'ah haji Kota Yogyakarta yakni sejumlah 494 terbagi 4 kloter," ujarnya.
Rinciannya, kloter awal bergabung dengan Kulon Progo, kloter 6 sebanyak 353 jemaah, kloter 7 bergabung dengan Bantul, dan kloter 26 sebanyak 136 jemaah.
"Jadi totalnya 494," tegasnya.
Ia juga menyampaikan komposisi jemaah berdasarkan usia dan pendidikan, termasuk jemaah tertua berusia 85 tahun dan termuda 16 tahun.
Baru Koper Kloter Awal Terdistribusi
Namun, ditengah antusias para calon jemaah Haji, Irfan mengungkapkan adanya keterlambatan distribusi koper jemaah dari pihak maskapai.
"Untuk saat ini untuk distribusi koper memang yang baru menerima kloter 1, kloter 2, kloter 3 dan kloter 4," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan berasal dari pihak penyelenggara daerah.
"Kami mohon maaf karena memang bukan dari kami kami kebetulan hanya menerima dari pihak Garuda," katanya.
Pihak maskapai, lanjutnya, menargetkan distribusi koper selesai secara nasional pada 25 April 2026.
"Maksimal tanggal 25 April seluruh Indonesia," ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan distribusi untuk kloter berikutnya akan segera dilakukan.
"Insya Allah nanti secepatnya itu berikutnya kloter 5, 6 dan seterusnya," jelasnya.
Jadwal Keberangkatan
Untuk kloter 6, jemaah dijadwalkan berangkat pada 28 April 2026 dengan titik kumpul di Balai Kota pukul 02.30 WIB.
"Rencana di kloter 6 pada tanggal 28 berkumpul di balai kota mulai pukul 02.30," kata Irfan.
Menariknya, jemaah kloter ini akan melaksanakan salat Subuh bersama di Masjid Agung Wates sebelum menuju embarkasi.
"Salat subuh di Masjid Agung Wates untuk kloter 6," katanya.
Sementara kloter 26 dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026.
Baca juga: Pemkot Yogyakarta Targetnya 200 Rumah Tak Layak Huni Perbaiki Tahun 2026 Ini
Menyikapi kendala itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengimbau para calon jemaah untuk bersabar menghadapi berbagai dinamika menjelang keberangkatan.
"Yang paling penting berserah diri kepada Tuhan dan sabar tentunya," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji memang membutuhkan kesiapan fisik dan mental, termasuk menghadapi kemungkinan kendala teknis.
"Tadi penjelasan dari Pak Irfan koper sudah telat, jadwal geser, jadi mohon sabar, mohon sabar dan sabar dan istighfar itu yang paling penting," tegasnya.
Menurutnya, kesabaran merupakan bagian dari keistimewaan dalam menjalankan ibadah haji.
"Ini cobaan dari Allah ini minta kita untuk sabar," ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan ibadah.
"Jaga kesehatan mohon diperhatikan kesehatan yang paling utama," imbuh Wawan.
Kendati demikian, ia berharap para jemaah dapat menjaga nama baik Kota Yogyakarta.
"Panjenengan semua membawa nama baik dari Jogja," ujarnya.
Perwakilan jemaah, Muhammad Syafi’i, menyampaikan rasa terima kasih serta memohon doa dari masyarakat.
"Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala fasilitas," ujarnya.
Baca juga: Gandeng Pramuka, Tim Akademisi UMY Inisiasi Edukasi Keselamatan Jalan Raya
Ia juga memohon dukungan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
"Kami mohon didoakan agar kami diberikan kesehatan, kelancaran, kemudahan," katanya.
Selain itu, para jemaah berkomitmen menjaga nama baik Kota Yogyakarta selama di Tanah Suci.
"Kami akan menjaga nama baik Kota Yogyakarta," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung