Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 APRIL 2026 • 14:35 WIB

Dua Mahasiswa Pascarsarjana UGM Ini Sulap Kulit Buah Naga Jadi Stiker Pintar Pemantau Daging Ayam

Dua Mahasiswa Pascarsarjana UGM Ini Sulap Kulit Buah Naga Jadi Stiker Pintar Pemantau Daging AyamPotret dua mahasiswi pascasarjana UGM yang ciptakan stiker menentukkan kualitas daging. (Istimewa)

JOGJA - Dua mahasiswa S2 Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah, menciptakan terobosan inovatif di bidang keamanan pangan. Mereka mengembangkan stiker pintar (smart sticker) berbasis kulit buah naga untuk mendeteksi kesegaran daging ayam secara real-time.

Inovasi bertajuk intelligent biopackaging ini sukses memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang 2nd International Student Summit (ISS) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14 - 15 Februari lalu. Keduanya membawa pulang Gold Medal Sub Theme Food, Best Presentation, hingga menyabet gelar 3rd Winner setelah menyisihkan 1.002 peserta dari enam negara.

Berbeda dengan kemasan plastik konvensional, stiker buatan Afni dan Fiki memanfaatkan limbah kulit buah naga yang mengandung pigmen betalain. Senyawa ini bersifat sensitif terhadap perubahan tingkat keasaman (pH) yang terjadi saat daging ayam mulai mengalami pembusukan.

Untuk memudahkan konsumen, stiker tersebut diintegrasikan dengan aplikasi bernama MeatSafe. Pengguna cukup mengarahkan kamera ponsel ke stiker, dan aplikasi akan menerjemahkan perubahan warna menjadi informasi kualitas daging yang akurat.

"Teknologi ini dirancang untuk memantau kualitas daging ayam secara real-time,” ujar Afni dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa selain canggih, inovasi ini juga mengusung konsep berkelanjutan karena menggunakan material yang mudah terurai.

"Karena konsepnya biopackaging, material yang kami gunakan sifatnya biodegradable. Selain ramah lingkungan, ini sekaligus berpotensi menjadi alternatif kemasan yang lebih ekonomis," jelasnya.

Baca juga: Konsumsi Rumah Tangga Mulai Terseret Imbas Geopolitik Timur Tengah, Pakar UGM Desak Pemerintah Kuatkan SDM dan Energi

Keberhasilan ini tidak diraih dengan instan. Afni bercerita bahwa tantangan terbesar timnya adalah membagi fokus antara kompetisi internasional dengan kewajiban riset tesis di bangku pascasarjana.

"Beruntung, kami lolos sebagai peserta terbaik di sub theme food, dan masuk ke tahap final. Kalau untuk perjuangan terberatnya, kami harus rela membagi waktu untuk persiapan presentasi, edit poster, dan latihan sebelum lomba, sejalan dengan penelitian tesis S2," ungkap Afni.

Terkait keberhasilan mereka di meja penjurian, Afni menilai kekuatan argumen ilmiah menjadi kunci kemenangan mereka.

"Kami berusaha memberikan presentasi yang komprehensif didukung dengan argumentasi ilmiah yang kuat, akhirnya membawa kami meraih penghargaan," tuturnya.

Mereka berharap, inovasi ini tidak berhenti sebagai purwarupa kompetisi semata. Pemanfaatan limbah kulit buah naga dianggap memiliki nilai strategis dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Baca juga: Kompak! Pasutri Dosen FMIPA UGM Dikukuhkan Bersama Sebagai Guru Besar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dua Mahasiswa Pascarsarjana UGM Ini Sulap Kulit Buah Naga Jadi Stiker Pintar Pemantau Daging Ayam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!