Rabu, 08 APRIL 2026 • 16:55 WIB

Jenguk Penyintas Geger Otak Berat Akibat Kecelakaan 2023 Silam , Bupati Gunungkidul Jamin Bantuan Hingga Sentil Petugas Tidak Persulit Pengobatan

Author

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat menjenguk korban kecelakaan yang mengakibatkan geger otak berat, pada Rabu (8/4/2026). (Istimewa)

JOGJA - Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menunjukkan komitmen nyata dalam pelayanan sosial dengan mengunjungi langsung kediaman Anidya, atau yang akrab disapa Dik Ida, pada Rabu (8/4/2026).

Ida merupakan penyintas kecelakaan lalu lintas hebat tahun 2023 yang hingga kini masih berjuang untuk pulih.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Endah, pihaknya datang bersama jajaran OPD mulai dari Ketua DPRD, Kapolres, Ketua Baznas, hingga jajaran Panewu dan Lurah setempat. 

Kondisi Ida memang memprihatinkan. Pasca-kecelakaan dua tahun silam, ia sempat mengalami koma selama lebih dari sebulan di RS Bethesda Yogyakarta.

Ironisnya, cedera yang dialaminya sangat kompleks, mulai dari gegar otak berat hingga patah tulang di bagian pinggul dan tangan. Selama delapan bulan masa pemulihan awal, Ida harus bertahan hidup melalui selang sonde untuk asupan nutrisi. Meski kini sudah bisa mengonsumsi makanan lunak, ia masih wajib menjalani kontrol rutin ke dokter spesialis saraf di RS Bethesda setiap bulannya.

Pemkab Jamin Tak Ada Kendala Administrasi

Mendengar kendala transportasi yang menghambat proses kontrol medis Ida, Bupati Endah langsung memberikan solusi di tempat, Bupati Endah menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh menghalangi akses kesehatan warga.

"Jika untuk alat transportasi kontrol, saya rasa tidak menjadi persoalan," tegasnya.

Untuk itu, ia memerintahkan Puskesmas Ponjong untuk siap melakukan penjemputan, bahkan menawarkan ambulans khusus antar-jemput jika diperlukan.

Selain masalah teknis, ia juga menyoroti tersendatnya klaim Jasa Raharja terkait cacat permanen yang dialami Ida.

"Saya meminta Direktur Jasa Raharja segera menindaklanjuti berkas dari rumah sakit dan meminta Kapolres beserta jajaran pimpinan daerah untuk mengawal proses tersebut hingga Ida mendapatkan haknya," tegasnya lagi.

Baca juga: GKR Mangkubumi Serahkan Serat Palilah dan Kekancingan untuk Warga Gunungkidul, Bupati Endah Tegaskan Bukan Untuk Bisnis:"Ini Arahan Ngarsa Dalem"

Sentilan Terhadap Perangkat Desa

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Endah memberikan peringatan keras kepada perangkat desa agar lebih proaktif dalam mendata warga yang kesulitan.

"Perangkat desa harus segera melapor jika ada warga yang membutuhkan tanpa harus menunggu kasus menjadi viral di media sosial," ucapnya.

Pemkab Gunungkidul saat memberikan bantuan kepada penyintas kecelakaan berat di wilayah Ponjonh. (Istimewa)

Ia juga menyelipkan pesan edukasi bagi pengguna jalan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

"Kecelakaan ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Salah satu penyebab kecelakaan adalah ketidakhati-hatian di jalan," ujar Endah, sembari mengajak masyarakat mendoakan kekuatan bagi keluarga korban.

Harapan Keluarga

Kakak Ida, Tutik Yuliati, mengaku sangat bersyukur atas perhatian dari orang nomor satu di Gunungkidul tersebut. Di hadapan Bupati, ia mencurahkan harapan keluarga agar ada bantuan berkelanjutan untuk kebutuhan harian seperti susu, vitamin, dan obat-obatan.

Baca juga: Ungkapan Sultan HB X Pada Acara Syawalan di Gunungkidul :"Jangan Jadi ‘Bangsa Pendek Akal"

Terkait asuransi, Tutik mengaku pihak keluarga sempat kebingungan menghadapi birokrasi yang rumit.

"Kami mohon bantuan dikawal dalam pengajuan Jasa Raharja karena dari pihak keluarga belum paham betul prosedurnya. Kami merasa syarat sudah lengkap sesuai arahan, tapi ternyata masih ada kekurangan di tingkat pusat," ungkap Tutik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU