JOGJA - Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, melakukan kunjungan ke Stasiun Yogyakarta, Rabu (8/4), dalam rangka mempererat kerja sama antara Inggris dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya di sektor transportasi berkelanjutan.
Dubes Inggris untuk RI itu didampingi perwakilan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Mangkubumi, Sekda DIY, Dishub DIY, dan jajaran KAI Daop 6 Yogyakarta.
Dalam kunjungannya, Jermey juga mengenang masa lalu ketika dirinya pernah tinggal di Yogyakarta selama tiga tahun untuk mempelajari bahasa Indonesia.
"Saya merasa sangat terhormat dapat kembali berada di Yogyakarta, sebuah tempat yang saya kenal sejak masa saya belajar bahasa Indonesia di sini tiga tahun yang lalu," ujarnya kepada wartawan usai peninjauan.
Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh pihak Keraton Yogyakarta, pemerintah daerah, serta PT KAI. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara Inggris dan Yogyakarta.
"Saya merasa terhormat dapat bertemu dengan Gusti Mangkubumi untuk memperkuat kolaborasi antara Inggris dan Yogyakarta, mulai dari aksi iklim hingga pendidikan, sebagai bagian dari Kemitraan Strategis Inggris - Indonesia yang diluncurkan awal tahun ini oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer," katanya.
Jermey pun menekankan bahwa Yogyakarta menjadi salah satu contoh implementasi nyata dari Kemitraan Strategis Inggris - Indonesia, khususnya dalam mendukung transisi menuju sistem transportasi rendah karbon.
"Di Yogyakarta, Kemitraan Strategis Inggris - Indonesia telah menunjukkan hasil nyata. Melalui MELAJU, kemitraan infrastruktur Inggris - Indonesia, Inggris mendukung transisi menuju sistem mobilitas perkotaan yang rendah karbon dan terintegrasi," jelasnya.
Ia menekankan, dukungan tersebut mencakup penyusunan panduan implementasi Transit-Oriented Development (TOD) serta pendekatan Land Value Capture, termasuk bantuan teknis untuk mendorong perencanaan emobility yang inklusif.
"Dukungan ini mencakup penyusunan panduan implementasi Transit-Oriented Development dan Land Value Capture, serta bantuan teknis yang diperlukan untuk meletakkan dasar perencanaan emobility yang inklusif," paparnya.
Baca juga: KAI Daop 6 Yogyakarta Layani Lebih dari 1,18 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026
Selain sektor transportasi, Inggris juga terlibat dalam berbagai program ketahanan iklim berbasis masyarakat di wilayah DIY.
"Di luar mobilitas rendah karbon, kami juga turut mendukung upaya ketahanan iklim dan inisiatif berbasis masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah sirkular di Bantul hingga kehutanan sosial dan ekowisata di Kulon Progo," ungkap Jermey.
Karena itulah, ia menegaskan bahwa prinsip inklusivitas menjadi bagian penting dalam seluruh program kerja sama tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung